by

Perang Propaganda Soal Vaksin

Beda cerita dengan rencana Bisnis Vaksin oleh Oligarkhi Global. Ini jauh lebih masuk akal. Apalagi jika dihubungkan dengan segera berakhirnya era Energi Fosil yang akan digantikan dengan Lithium. Tentu Oligarkhis itu mencari komoditas pengganti yang bisa dikapitalisasi. Dan mereka memilih sektor kesehatan umat manusia. Mungkin “Blue Print” atas agenda ini sudah terendus oleh Avengers dimana salah satunya adalah Presiden Jokowi. Makanya mereka segera merancang dan menandatangani Perjanjian Transparansi Keuangan 2017 di Hamburg untuk memutus mata rantai pendanaan kejahatan skala global.
Benar saja, ketika WHO mengumumkan Pandemik pada Maret 2020 lalu, Israel juga mendeklarasikan dalam waktu 60 hari akan menemukan vaksinnya. Dan yang terjadi di luar rencana justru ketidaksiapan Bill Gates (BG) sebagai tandem sekaligus wakil WHO untuk melaksanakan “Cyber Imun”. Yaitu program penanaman chip yang kadung digadang-gadang dan bikin ngiler para Oligarkhis itu. Entah itu strategi PHP atau buying time dari BG saat ia mengatakan butuh waktu setidaknya enam bulan untuk bisa merealisasikannya.
Singkat cerita, kini yang tersaji dan siap di hadapan kita adalah Vaksin besutan Sinovac dan Pfizer. Dua raksasa farmasi beda kutub. Antara Amerika dengan China. Dan lagi2 isu kemanusiaan ini dipolitisasi. Mulai isu halal haram, tingkat efektifitas serta keamanannya. Perang Propaganda dimulai. Dan sepertinya fakta membuktikan bahwa Sinovac lebih aman setelah terjamin kehalalannya. Selain itu juga lebih terjangkau sehingga bisa didistribusikan secara gratis kepada rakyat. Sementara Pfizer justru telah memakan puluhan korban jiwa di Norwegia. Dan kejadian ini tentu merenggut reputasinya.
Sekarang pilihan di tangan kita. Mengakhiri Pandemik ini dengan memilih Vaksin yang teruji aman tentunya. Atau menolak Vaksin karena termakan Hoax dan Propaganda yang bisa jadi dibangun oleh pihak yang sudah merasa kalah bersaing dan gagal rencana antara Kapitalisasi atau Depopulasi!
Yang mungkin juga tidak banyak diketahui khalayak, Pfizer adalah perusahaan farmasi yang didanai oleh BlackRock. Sebuah lembaga yang mengatur dunia keuangan global dan terafiliasi dengan Benjamin de Rothschild. Sebuah nama yang tidak asing lagi dalam dunia Teori Konspirasi. Dan bisa jadi, ia pula yang dimaksud sebagai (organ) Thanos itu. Secara mengejutkan, Sabtu 16 Januari 2021 kemarin, dikabarkan ia telah menemui ajal. Dengan membawa Plandemik Yang Gagal.
*FAZ*
 
Sumber : Status facebook Fadly Abu Zayyan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed