Perang Kilat Jenderal (Purn) TNI Moeldoko dan Karma SBY

Maka benar dan terbuktilah apa yang pernah dikatakan oleh Dr. Moeldoko sebagai jawaban atas tuduhan, teror dan intimidasi SBY padanya,”Jangan tekan-tekan saya karena selama ini saya diam. Kalau saya mau saya bisa melakukannya !”. Ya, Dr. Moeldoko benar-benar bisa melakukan itu, melakukan sesuatu hal secara kilat yang mampu membuat Dinasti SBY jatuh tersungkur melalui KLB Partai Demokrat ! Kendatipun demikian, Partai Demokrat dibawah kepemimpinan Dr. Moeldoko masih perlu menunggu proses lebih lanjut, yakni pengesahan dari Kementrian Hukum dan HAM RI. Dan jika nantinya Partai Demokrat dibawah kepemimpinan Dr. Moeldoko disahkan oleh Kementrian Hukum dan HAM RI, maka itu adalah karma besar bagi SBY yang konon pernah menyingkirkan Gus Dur dari PKB dengan meminjam tangan orang, serta konon turut menginstruksikan penyerbuan Kantor DPP PDI untuk mendongkel Megawati sebagai Ketua Umum PDI ketika SBY menjabat sebagai Kasdam Jaya. 

Ada sebagian orang bertanya-tanya, apakah ini semua hanya sebuah strategi untuk menaikkan citra Dinasti Cikeas yang partainya sudah nyungsep alias tersungkur dari beberapa Pemilu terakhir? Mereka menganggap dengan strategi ini citra Dinasti Cikeas dan suara partainya akan kembali terangkat, mengingat SBY selama ini dikenal paling mahir, piawai dalam memainkan stategi politik playing victim, hingga rakyat akan berbalik simpati padanya dan kembali ramai-ramai memilih partainya dan mendukung anaknya untuk jadi Capres 2024. Saya katakan, itu kecurigaan yang keliru besar ! Kenapa? Karena selain rakyat sudah sangat hafal “lagu lama” nya SBY yang seperti itu, rakyat juga masih belum puas untuk “mengejar dan menghajar” baik secara hukum maupun politik pada Dinasti Cikeas atas berbagai kasusnya di masa lalu dan yang terbaru. 

Analisa berikutnya juga bisa saya sampaikan disini, bahwa pihak istanapun selama ini terlihat diam untuk merespon huru hara internal Partai Demokrat, ini semua tak lain sepertinya karena pihak istana tau, bahwa Dinasti Cikeas selama ini kerjaannya hanya membuat gaduh negara saja. Sudah banyak proyek-proyek di masa kepemimpinan nasional SBY yang mangkrak, lalu negara harus menanggung hutang besar yang ditinggalkan SBY, eee…SBY tidak membantu pemerintah namun malah terus menerus mengganggunya. Kalau SBY Presiden bela, nanti Presiden dituduh intervensi. Kalau Presiden diam tetap juga akan dituduh ikut merekayasa KLB. Maka saya pikir, istanapun lebih baik memilih diam dan membiarkan SBY menerima karmanya sendiri, digilas pamor mantan Jenderal bintang empat, mantan anak petani dari desa yang miskin yang kemudian sukses menjadi Panglima TNI dan sekarang menjadi Kepala Staf Presiden RI ! 

Sikap pihak istana yang diam seperti itu, merupakan pilihan dan sikap bijak yang rakyat kritis tunggu-tunggu. Biarkan saja Dinasti Cikeas remuk karena kesombongan dan kebebalannya, karena Indonesia ke depan harus dipimpin oleh manusia-manusianya yang cemerlang, jujur dan siap mengabdi untuk bangsa. Itulah rahasia Presiden RI kita, yang sangat tepat dan jernih mempersiapkan kader-kader pemimpin bangsa selanjutnya. Tapi ini hanya analisa saya, pembaca silahkan mengeluarkan pendapatnya sendiri, sebab perbedaan pendapat yang ditujukan untuk kebaikan bersama adalah kunci sukses menuju Indonesia Raya yang jaya, maju, demokratis dan beradab ! Bravo untuk Dr. Moeldoko !…(SHE).
Sumber : Status Facebook Saiful Huda Ems (SHE). 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *