by

Pentingnya Imam Keraskan Suara Baca Wirid Habis Shalat

Oleh : Ahmad Tsauri

Solat Jumat di masjid Wahabi, imam langsung membaca Alhamdulillah. Seyogyanya, untuk مرعاة الخلاف mengakomodasi perbedaan pendapat ulama, dan supaya sholat mamkum yang mayoritas pasti bermazhab Syafi’i sah Sholatnya, membaca bismillah meskipun pelan, sebelum membaca Alhamdulilah dengan lantang.

Hal lain terasa ganjil dimasjid Wahabi, mereka mengaku berpegang teguh bahwa Nabi tidak pernah wiridan bersama bakda sholat, mereka diam berdoa masing-masing. Saya lihat mulutnya pada diam semua. Karenamasyarakat kita mayoritas memang Awam. Jadi kalau memang konsisten mengamalkan hadis, masyarakatnya harus benar dididik. Diajari bacaan dzikir, wirid dan doa. Prosesi bakda sholat seperti itu mengandaikan masyarakat santri, alias alumni-alumni pesantren. Dan itu mustahil.

Mayoritas masyarakat muslim kita tidak tersentuh pengajian. Jadi dalam hal yang bukan ibadah fardhu atau sunah yang tatacara nya baku maka kita lakukan lebih fleksibel saja. Seperti kita ini wajib belajar ilmu agama, caranya bagaimana tentu disesuaikan saja. Sama halnya dengan wiridan bakda sholat, daripada mulut makmum “mingkem” semua karena gak hafal wirid atau doa lebih baik imam membaca wirid-doa dengan kencang, supaya makmum bisa menirukan.

Almarhum KH. Abdul Qadir Razi, menyiasati masyarakat yang sulit tersentuh pengajian, dan sholat seminggu sekali, maka sebelum adzan Jum’at beliau mengisi ceramah. Lumayan meksipun hany 30 menit. Tentu Nabi Saw tidak pernah melakukan seperti itu, tapi cara inovatif seperti itu meskipun secara harfiah tidak pernah dilakukan Nabi Saw tapi secara subtansial sesuai dengan sunah Nabi Saw, yang intinya bagaimana agama ini sampai ke setiap telinga umat. Ada makalah yang mengatakan, لا دين لمن لا عقل له, Agama ini memang hanya buat yang punya otak.

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed