by

Penista Agama Sesungguhnya

Oleh: Bagus Hariyono

Salah satu produk pukul balik “agamisasi” orba adalah bangsa mendadak menjadi religius tetapi kurang berspiritual. Pada level religius, kita akan selalu mencari beda, dan kemudian mengIPAkan ilmu agama yang humaniora ke ranah sains IPA. Padahal, sebagai sebagai sebuah hayatan, guru-guru besar itu mengajarkan kebajikan di luar sekat formal. Umat muslim membaca QS 6:108 “Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka”.

Umat Kristen punya cerita Good Samaritan, dan Budha lewat Ashoka bahkan menulis “barangsiapa yang menistakan agama orang lain, maka dia hakikatnya menistakan agamanya sendiri”. Dan menariknya itu dilakukan justru banyak oleh para penganut iman baru. Penistaan agama yg diramaikan itu nyatanya berbeda isinya dengan yang saya bayangkan.

Keberagamaan kita belum sampai berpikir bahwa penistaan itu misalnya di kalangan kristen terjadi pada “kasus pendeta di Surabaya yang menggelapkan uang jemaat dan menikmati tubuh putri jemaatnya” atau “menyetujui penggunaan ayat kitab suci demi menyokong zionisme sebagai kedok imperialisme ERopa”, di satu sisi kaum muslim sangat bersemangat marah pada non muslim yg menghina “Islam”, padahal ketika Taliban mengeksekusi perempuan, atau membunuh guru bahasa Inggris dll , tidak dianggap sebagai penodaan nilai Islam.

Kedua, pemeluk agama di Indonesia juga tidak menganggap bahwa pejabat-pejabat yang disumpah dengan nama Allah melakukan korupsi tidak dicap sebagai penista agama, padahal jelas Allah berkata “Jangan sebut nama Allah tidak dengan hormat” Kita ini hanya main-main agama secara simbol, tetapi tidak sungguh-sungguh mencintai hakekat keberimanan.—————————————————————

Kini hasilnya terlihat.Indonesia mulai panen raya penista agama sesungguhnya…

Sumber : Status Facebook Bagus Hariyono

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed