by

Peci Gus Dur, Tongkat Estafet Jokowi Bungkam Khilafah

Mantap. Dubes Indonesia untuk Arab Saudi pun bekerja keras. Agus Maftuh Abegebriel pun berhasil. Dia mengantarkan Jokowi jadi tamu agung Raja Salman dan penguasa de facto: Muhammad bin Salman (MBS).

Ternyata Jokowi tidak hanya menjadi tamu agung Raja Salman. Tukang kayu itu menjadi tamu Allah SWT. Orang sederhana itu mendapatkan karomah dan syafaat dari gurunya: Gus Dur. Menjalani ajaran Gus Dur, Jokowi, Iriana, dan dua anaknya Kaesang, dan Gibran, diberi kesempatan untuk masuk ke Kakbah. Di dalamnya, Jokowi dan keluarganya menyaksikan Kakbah. Kakbah adalah ruang kosong di dalamnya. Berdiri di dalamnya  tiga tiang menopang. Hanya itu. 

Kakbah adalah salah satu tempat dengan energi terbesar dalam sejarah manusia. Kakbah yang dulunya sebelum kedatangan Islam adalah tempat peribadatan penuh berhala. Ratusan berhala disingkirkan karena kedatangan Islam, agama monoteisme, ajaran kelanjutan Abraham, Musa, Isa. Maka semua berhala, seperti tersebut dalam Kitab al-Asnam tulisan Al Anazi Abu Ali, termasuk Dewi Cantik Uzza, dan dua dewi perempuan lainnya Latta dan Manat, dihancurkan.

Di tempat dengan energi besar, gigantium itu, Jokowi berdoa. “Selamatkan Indonesia ya Allah! Selamatkan Indonesia ya Allah. Selamatkan Indonesia ya Allah. Amin.” Doa Jokowi itu dilakukan juga di The Green Dome – Kubah Hijau di Kompleks Masjid Nabawi Madinah.

Di dalam Al Qubah Al Khudra, the Green Dome, tempat Rasulullah Muhammad SAW dikuburkan. Yang luar biasa pula. Iriana adalah satu-satunya perempuan yang pernah masuk ke Makam Rasulullah SAW, tidak juga putri-putri Arab Saudi. Iriana Jokowi. Suatu karunia yang luar biasa besar secara spiritual. 

Sepulang di Tanah Air, Jokowi tampak makin santai. Tak disangka, tukang kayu yang belajar dan mendengar Gus Dur itu, telah melebihi catatan Gus Dur. Pemimpin Dunia, hanya Jokowi yang pernah masuk ke Makam Rasulullah SAW, bersama istri dan dua anaknya.

Jokowi pun meneruskan jejak Gus Dur untuk menghancurkan khilafah. Mengajarkan ajaran Islam yang benar. Islam rahmatan lil alamin. Pluralisme. Bermula dari hadiah Peci Gus Dur untuk Jokowi.

Sumber : Ninoy Karundeng

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed