by

Paradoks Tentang Kampanye Pangan Prabowo Sandi

Seringkali Jokowi mendatangi atau berbelok arah ketika melakukan kunjungan. Dan orang yang ditemui benar-benar bukan orang tunjukan. Sehingga apa yang disuarakan murni dari hati nurani. Inilah yang tidak di mengerti Prabowo maupun Sandi ketika menggali informasi. Terlihat sepele tapi faktanya jelas berbeda.

Akibatnya sangat fatal, publik maupun media akan dengan mudah menunjukkan bahwa lontaran Prabowo Sandi bukan lontaran tepat bahkan salah.

Secara konsep, gagasan swasembada pangan yang ditawarkan Prabowo-Sandi tak berbeda jauh dengan yang dilakukan Jokowi. Salah satunya, membuka lahan sawah dan menekan laju konversi lahan produktif untuk kepentingan non-pertanian. Kelompok Kerja Ahli Dewan Ketahanan Pangan, Khudori menilai program yang ditawarkan Prabowo-Sandi sebagian besar sudah dijalankan Jokowi 

Dalam 31 Program aksi upaya untuk mensejahterakan rakyat setidaknya terdapat 3 program yang terkait pangan 1) Mewujudkan swasembada pangan dengan mencetak 2 juta hektar lahan baru bagi peningkatan produksi pangan, terutama beras, jagung, sagu, kedelai, dan tebu 2) Menjalankan agenda Reforma Agraria untuk memperbaiki kesejahteraan petani sekaligus mendukung peningkatan produksi di sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan dan 3) Menjamin harga pangan yang menguntungkan petani, peternak, dan nelayan, sekaligus terjangkau bagi konsumen melalui perlindungan dari hulu ke hilir, seperti bantuan sarana-prasarana, teknologi, pelatihan, hingga ke pemasaran.

Ketiga-tiganya sudah dijalankan oleh Joko Widodo dan terbukti jauh lebih efektif. Mengapa? Karena Capres 01 yang didukung berbagai kalangan itu mampu menyiapkan infrastruktur pendukungnya. Bukan hanya kebijakan tapi juga ketersediaan transportasi, jalan yang memadai, mensubsidi pupuk hingga bantuan PKH yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat miskin.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed