by

Panglima yang Ulama, Ulama yang Panglima

 

Namun akhirnya km tdk kaget juga atas manuver anda, ternyata anda bagian sari 212 memuji Rizieq sang penista pancasila dan ulama, dia anda jadikan idola, brrti kelas anda sama dgn buronan yg akhlak dan moralnya kelas pinggir jalan. Anda bcr mau menyatukan partai islam, menyatukan pikiran saja anda masih diragukan. Bekas panglima biasanya orang yg punya kemampuan prima, kl panglima bekas, sama kelasnya dgn onggokan besi tua.

Sekelas anda bcr sakralitas rumah ibadah mau dijadikan WC umum, memang sulit kl ibadah anda kelasnya ritual bkn spiritual. Walau km maklum tapi tetap nggumun, kok virus berkuasa anda sama saja dgn orang2 yg akhlaknya kelas kaki lima.

Sadar akan hal itu, km menjadi mahfum kenapa Rizieq menjadi bgt digdaya bak panglima, mulutnya lebih kotor dari kandang kuda dan otaknya mesum jd penyamun ideologi negara dan anda ada disana, sy yakin anda tau itu semua, cuma anda pura2 lupa. Sekarang stlh nafsu politik anda bgt menyala km dan Indonesia bukan tempat anda utk berkuasa, krn kami tdk ingin mengundang malapetaka utk ketiga kalinya, dimana saat jenderal berkuasa rakyat Indonesia malah melaratnya merata.

Karena bgmn km akan percaya anda kalau Rizieq anda jadikan idola dan TW adalah teman akrab anda, km bkn suuzhon atas sebuah ketidak benaran, tp Rasullulah berpesan ” BILA ENGKAU MAU MENILAI SESEORANG, PERTAMA LIHATLAH SIAPA TEMANNYA”. Cukup jelas jendral, km tidak mau berjudi utk negeri. Berjudi itu kalah menang, sedang utk negara semua harus menang. It clear and you are Indonesian enemy, not leader candidate.

 
(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed