Pak Soekarno dan Pak Jokowi

Pancasila sebagai konsensus para tokoh bangsa ini, ketika ada yang begitu kuat mengaitkannya dengan pemikiran Pak Soekarno, saya tetap pada pendirian, bahwa Pancasila merupakan pemikiran bersama para tokoh bangsa. Kalau pun begitu, kehebatan Pak Soekarno itu bisa dilihat dari ketika beliau belum menjadi Presiden sebagai sosok pemuda pemberani dan siap ambil risiko. Sementara kalau dilihat dari nasab orang tuanya, Pak Soekarno masih ada garis keturunan ningrat. Apalagi Pancasila bagi saya sudah tidak perlu diutak-atik. Tidak perlu diperdebatkan, karena telah final. Apalagi dijadikan proyek Diklat di ke berbagai lembaga pendidikan atau lainnya.

Saya malah punya pandangan agak lain, karena PDI Perjuangan, Pak Jokowi bisa naik menjadi Presiden RI dua periode. Saya mencoba ingin menyandingkan sosok Pak Soekarno dan Pak Jokowi. Saya justru apreasi terhadap Pak Jokowi. Beliau yang mampu merangkak dari bawah, meniti karir politiknya dengan elegan dan dengan sejumlah torehan prestasi. Ia bukan elit partai politik. Perawakan, gaya bicara, dan gesture tubuhnya juga sama sekali tidak ada potongan Presiden. Jauh sekali kalau dibandingkan dengan Pak Soekarno, apalagi Pak SBY. Bayangkan Pak Jokowi di periode kedua ini semakin menghadapi tantangan berat, bukan hanya dari rakyat, tetapi oposisi dan internal PDI Perjuangannya sendiri.

Wallahu a’lam

Sumber : Status Facebook Mamang M Haerudin (Aa)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *