by

Pak Jokowi Jangan Jadi Profesor

Oleh: Iyyas Subiakto

Saya belakangan baru tau kalau pak SBY itu Profesor, Bu Mega juga dikasi gelar Prof atau Doktor (HC).

Saya nggak terlalu ngerti urutan dapat gelar, terus pakai toga itu rasanya gimana. Saya hanya merasakan bahagia saat menghadiri anak² kami diwisuda. Karena kami suami istri hanya tamat SMA, itupun SMA yg saya punya hanya persamaan alias beli dgn harga murah, dapat sertifikat buat ngelamar kerja.

Haha Indofood saya prank, selamat saya bisa berkarir disana dari Supervisor sampai GM. Dan pernah membawahi 2 sarjana tamatan Amerika, 2 ITS dan 1 ITB.

Ada perkataan guru saya ttg ilmu, ibarat lilin yg menerangi, ilmu akan tergantung di tangan siapa.

Lilin di tangan bayi hanya akan mencelakai diri karena tidak tau fungsinya. Lilin di tangan pencuri akan menjadi alat melanggengkan profesinya. Dan lilin ditangan guru, dia akan menjadi alat penerang orang banyak.

Jadi ilmumu harus menjadi penerang lingkunganmu. Alias bermanfaat untuk orang lain. Agar menjadi sebaik² manusia.

Pak Jokowi saya dengar banyak di tawari gelar HC dari bbrp perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Tapi semua di tolaknya dgn halus. Kenapa, ya mungkin beliau merasa ilmu yg dia punya sudah komplet, dari ilmu alam belajar ayat² kauniah, ilmu sosial, dia memahami hubungan kemanusiaan dari segala lapisan, serta ber empati utk segala hal. Bukan anti pati dalam menerima caci maki.

Jokowi itu gelar tertingginya bukan profesor, tapi kreator yg sufi.
Ilmu itu diterapkan, bukan di pamerkan.

Selamat buat Ibas yg telah mendapat gelar Doktor dari IPB, salut juga dalam kesibukannya sebagai anggota DPR, sekjen partai, masih ada waktu buat tesis atau menulis yg bersifat ilmiah. Hasilnya cumlaude pula.

Terima kasih juga kepada IPB yg banyak mencetak manusia luar biasa utk Indonesia. SBY juga dari IPB gelar doktornya. Semoga IPB kedepan tidak mencetak manusia perusak yg bisa membuat Indonesia cekak.

Semoga juga kedepan perguruan tinggi tidak hanya berlomba mencetak sarjana dgn IQ tinggi tapi juga yg ber EQ serta SQ minimal yg memadai. Kalaupun tidak menjadi otomorfis, tapi tau baik buruk yg dikerjakan.

Pak Jokowi biarkan kami yg memberimu gelar. Sebagai guru bangsa. Engkau adalah manusia dgn gelar kemuliaan yg kelak di sambut karpet merah oleh Tuhan.

Sehat selalu dan Jagan lupa bahagia sesibuk apapun, karena tesis kehidupan sudah bapak terapkan utk kami jadikan tauladan.

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed