Pabrik Bir

Namanya aspirasi. NU saja omong, ‘qoliilhu au katsiruhu’, sedikit atau banyak, yang haram ya tetap haram !
Mantab . . .
Yang paling senang dan bahagia atas keputusan Presiden itu siapa ? Wong ‘ngeslam’ sak Endonesah ? Ngulama ?
Bukan . . .
Yang paling senang ya para pabrik Bir yang ada sekarang. Termasuk pemilik dan atau para pemegang sahamnya.
Kenapa kok seneng ? Ya karena ndak jadi punya saingan baru. Tetap bisa bebas menari diatas pasar atau konsumen yang ada. Ndak ada pendatang baru yang masuk pasar.
Pemilik dan atau pemegang saham seneng juga ? Ya, iyes !
Ada banyak lho, Pabrik Bir atau miras yang sudah ada dan tetep eksis. Lucunya, dan anehnya, justru bukan ada di ‘Empat’ Propinsi yang baru diusulkan. Propinsi Bali, dan kawan-kawan.
Jadi ndak adil ya ? Ya iyes.
Propinsi DKI Jakarta misal, propinsi ‘sarngi’ karena jualan ayat dan mayat ini, ternyata dari jualan Bir, dapat ‘untung’ sekian ratus Milyar Rupiah. Tiap tahun.
Kenapa ? Karena Pemerintah DKI Jakarta punya sekitar 26 persen saham di salah satu pabrik Bir . . .
Gajah di pelupuk mata ndak bisa liak, semut di sebrang lautan ketok jelas . . .
Makanya, kata ‘takbir’ yang suks diteriakkan oleh kelompok ‘itha-ithu’, sering diplesetkan.
Take Beer . . . !
Dilarang mabok apa saja. Termasuk mabok agama . . .
Wwk wk wk . . .
Sumber : Status Facebook Harun Iskandar

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *