by

Normalisasi Perilaku Seperti Hewan

Oleh : Khairun Fajri Arief

Kalo orang mau memilih dengan sadar -tanpa paksaan dan tanpa memaksa siapapun- untuk pake jilbab, itu namanya Arabisasi. Enggak peduli bahwa regulasi menutup aurat itu cukup eksplisit di dalam Quran, siapapun yang mencoba menerapkannya disebut dengan nada mengejek sebagai Kadrun. Homoseksualitas, dikritik dengan kecaman keras di dalam Quran bahkan mungkin oleh mayoritas semua pemuka agama dalam semua agama

Tapi tentu saja, kalau kita mempertahankan argumen semacam itu, bahkan dengan kritikan yang paling moderat, banyak aktivis SJW yang akan mengecam dengan kecaman seolah kita adalah jaringan Teroris Al Qaeda.. Banyak kita lihat berita-berita yang terafiliasi dengan media barat, menganjurkan pergaulan bebas, minum-minuman keras dan gaya hidup ala Amerika dan Eropa semata karena mereka memang terafiliasi dengan kantor pusat disana, plus redaktur yang punya kebiasaan permisif yang sama.

Benar bahwa perilaku orang beragama atau yang menganjurkan norma-norma agama diterapkan secara ketat, tidak luput dari dari kritik mendasar. Banyak dari mereka bahkan terasa sangat hipokrit bila dibenturkan dengan kenyataan mereka di lapangan. TAPI, saya harus akui bahwa mereka itu secara langsung atau tidak, telah mencegah kita dari kesan umum yang sering digambarkan oleh orang-orang sok moderat itu bahwa menjadi toleran adalah sebangun dengan menyetujui penyimpangan moral. Banyak sekali penyimpangan moral telah dilakukan orang-orang sholeh sepanjang sejarah, tapi mereka tidak pernah berusaha membuat kebobrokan moral itu tampak seolah normatif.

Hal yang berbeda dengan saat ini ketika Liberalisme dan Sekularisme telah membawa kita pada sebuah kesan bahwa amoralitas itu sebagai sesuatu yang normal. Lihat deh artikel ini. Bagi orang beragama, ini adalah PERZINAHAN, tapi tentu saja, supaya tampak seperti aktivis-aktivis SJW yang toleran itu, dan supaya tidak menyinggung perasaan orang-orang perkotaan yang moderat itu, maka dibuat istilah baru bagi hubungan kumpul kebo semacam itu: ” Kohabitasi”.

Pada akhirnya, kita serasa dipaksa untuk mengakui berbagai hal-yang dalam sistem norma kita yang wajar-beresiko membuat kita terjatuh ke dalam derajat hewan, harus kita akui sebagai hal yang normatif. Maka jangan heran jika dibalik usaha normalisasi amoralitas semacam itu , setelah dikombinasikan dengan agresivitas kapitalisme, ditambah fakta banyaknya pihak yang tidak benar-benar bisa berdialog dengan kenyataan, akan merespon pandangan dunia semacam itu sebagai ancaman bagi keseluruhan pandangan dunia mereka..Orang-orang yang mengamuk itu kelak anda sebut sebagai Kadrun, Teroris atau Jemaah Onta.

Sumber : Status Facebook- Khairun Fajri Arief

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed