by

Nasihat Habib Lutfi Untuk Brimob

Harta banyak tapi jangan terkait dengan hati. Karena kalau tidak bekerja apa kita biarkan madrasah masjid rusak, bocor. Untuk Tentara juga harus bertasawuf, tugas negara jalankan soal kecukupan rezeki Allah yang ngatur. Bertugas cek senjata, lengkap berangkat. Setelah itu tawakal.

Bagaimana dunia Islam akan maju, karena sedikit-sedikit dibendung dengan bid’ah. Kita ambil hasanahnya, positifnya jangan dholalahnya, karena dolalah, sesat itu dalam akidah atau ideologi.

Jaman Rasulullah saw pasukan tidak dibuatkan asrama. Jaman Rasulullah saw tidak ada asrama yatim. Yatim diurus ibunya, Rasulullah saw menanggung biaya hidupnya. Karena Rasulullah saw tidak ingin memisahkan anak dari ibunya. Supaya anak merasakan kasih sayang ibunya.

Karena menyuapi anak itu menyambungkan tali kasih sayang anak dengan ibu. Apalagi secara medis mengandung manfaat luar biasa, enzim dari orang yang melahirkan. Kalau orang lain atau baby sister maka enzim yang masuk ke anak adalah enzim baby sister. Tidak ada hubungan batin dengan ibunya. Pembantunya pulang nangis tapi ibunya pergi cuek.

Nah Rasulullah saw dahulu memperhatikan itu. Disamping itu diatas, panti asuhan sebaiknya juga memperhatikan mental anak. Sebaiknya panti asuhan diberi nama lain, misalnya Pendidikan Anak atau yang lain. Supaya mereka tidak minder dan karakternya bagus.

Jadi bid’ah itu soal akidah, bukan inovasi yang ada saat ini tapi tidak ada dijaman Rasulullah saw.

[Sowan kulo nuwun sepulang tugas di Sudan diangkat komandan brimob Bataliyon Pekalongan]

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed