by

Misteri Atlantis

Oleh : Azizan Rahman

Benua Atlantis Diyakini Berada dipesisir Pulau Kalimantan atau lepas laut Jawa sebagai kotanya

Penulis buku Atlantis The Lost City Is In Java Sea Dhani Irwanto menyebutkan, benua Atlantis yang dalam cerita Plato digambarkan sebagai negeri kaya raya akan emas dan permata yang hilang di bawah laut Sundalandia daratannya berada di Pulau Kalimantan atau Taprobana alias Tanjungpura /Warunapura, sedangkan sebagai ibukota kerajaanya terletak dilepas laut jawa atau Sundalandia

“Berdasarkan referensi Plato, Benua Atlantis memiliki daratan yang rata dan halus, serta memiliki turunan menuju laut dan dikelilingi oleh pengunungan yang indah, besar dan kecil serta banyaknya anak-anak sungai, sampai saat ini pulau Kalimantan disebut sebagai negeri seribu sungai dan memiliki sungai terpanjang di Indonesia.

Ditambahkan dia, pegunungan yang indah itu identik dengan Pegunungan Muller Schwaner dan Meratus. Plato juga menyebutkan, dataran Atlantis ini menghadap ke selatan dan terlindung di sebelah utara berbentuk persegi dan lonjong.

“Panjangnya 555 kilometer dan lebarnya 370 kilometer definisi ini sesuai dengan luasnya pulau Kalimantan sebagai daratan yg luas dimasa lalu. Plato juga menyebutkan bahwa sungai-sungai di Atlantis berasal dari Pegunungan Muller Schaner dan Meratus,” ungkapnya.

Penggambaran Plato ini dinilainya sesuai dengan kondisi alam kepulauan Jawa, Sumatera, dan Kalimantan saat masih bersatu. Saat itu, sungai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Bahkan hingga saat ini bahkan ada pasar Terapung. Disebutkan juga sungai didaratan Atlantis terbagi empat, Barito, Kapuas Murung, Kahayan dan Sungai Nagara yg semuanya bermuara ke Laut Jawa atau Sundalandia

“Atlantis diperkirakan berada di atas Pulau Bawean, di sekitar Pulau Kalimantan. Ini sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan Plato, bahwa Atlantis terletak dalam sebuah selat yang memiliki pelabuhan,”

Penamaan pulau Kalimantan sekitar 1600 tahun lalu sebelum masehi.

Poseidon (nama sudah diganti oleh orang Yunani) dan Baruna adalah dewa laut atau dewa air, pendiri hukum,

mengendarai makhluk laut Makara (seperti patung ularlembu di Samarinda) dewa tertinggi di masa lalu. Kalimantan menyandang nama Warunapura, yang berarti tanah dewa/Bunu atau Baruna sekarang disebut Tanah Borneo atau Manusia Bunu dalam kitab Panaturan Dayak Kaharingan

Sumber : Status Facebook Azizan Rahman

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed