Mestinya Lampiran itu Tidak Dicabut

Miras utamanya produksi rumahan (tradisional) masih beredar luas dan tak terkendali, bahkan menyelinap masuk ke kost-kostan mahasiswa, di pinggir jalan tempat anak muda biasa nongkrong dan ngumpul. Kadar alkohol miras tradisional spt pongasi, saguer, kameko, dan konau tidak terdeteksi. Sy pernah membaca tulisan bahwa jenis pongasi ini membuat ketagihan dan konsumsi terus menerus dpt menyebabkan kerusakan pd Liver.
Dgn Perpres no. 74/2013 miras bebas diproduksi dan beredar di berbagai daerah.
Untuk membatasi produksi miras diterbitkanlah aturan ttg Investasi industri miras. Dgn hanya menunjuk 4 daerah utk investasi, yaitu: Papua, NTT, Sulut, Bali. Kenapa hanya di 4 daerah tersebut? KARENA keempat wilayah itu mayoritas penduduknya tidak memiliki kendala sosial budaya (secara kultural dan agama) dlm mengkonsumsi miras. PAHAMKAN POIN PENTING HAL tsb.
Selain itu, keuntungan dgn investasi industri miras adl untuk memenuhi stok dlm negri, selama ini kita banyak mengimpor dari luar.
Alasan lainnya, dgn produksi dlm negri, selebihnya bisa diekspor keluar. Percaya deh keuntungan investasi dan PAD dr bisnis ini sangat menggiurkan. Gak percaya? Tanya Pemda DKI, brp yg mrk dapatkan dr industri miras setiap tahunnya.
Alasan berikutnya: pemerintah pusat sdh menekankan bahwa investasi industri miras di keempat daerah tersebut akan memperhatikan budaya dan kearifan setempat. Tau gak .. itu jg berarti keuntungan bagi warga lokal dan peluang lapangan kerja.
Makanya seringkali saya bilang, mengkritik itu harus tau permasalahan, latar belakang peristiwa dlsbgnya. Jgn ngaku berpikir kritis kalo nggak rasional, nggak objektif, nggak detil pd fenomena, gak punya konsep yg jelas, gak tau aturan, sejarah, dll).
Kalo mau mengkritik seharusnya kritiklah Perpres no. 74/2013 yg membiarkan semua daerah utk mengatur produksi, pengendalian, dan pengedaran miras. Tapi apa lacur, dgn dibatalkannya aturan investasi industri miras, Perpres ini justru berlaku lagi. Artinya apa…. Miras bebas diproduksi di mana saja dan akan sulit dikendalikan dpt saat ini
Yang sy sesali adalah presiden kadangkala tunduk pd tekanan publik tanpa mempertimbangkan urgensi kebijakannya. Mungkin maksudnya baik tapi percayalah… Org yg suka nyinyir itu akan tetap mangap tanpa mikir, dan akan selalu mendapat cela-an baru untuk digoreng.
Naah.. Selamat, Krn malas baca dan asal mangap, kalian itu berhasil “menolong pengusaha rente miras”
Sumber : Status Facebook Jumrana Sukisman

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *