by

Menunggu “Suara” PDIP

Oleh : Cipto Ayu

Aku bukan orang partai, yang mendukung partai PDIP atau partai lainnya. Aku mendukung pribadi yang baik yang bisa bekerja dan teruji dengan perjalanan kariernya dari partai PDIP atau partai apapun yang bisa bekerja dan dipercaya. Hanya kebetulan untuk 2 periode ini, figur mumpuni ada di partai PDIP… dan banyak yg memilih walaupun bukan simpatisan atau pendukung PDIP..

Kehebohan Pilpres sudah hangat2 kuku walaupun masih 2024, ada nama Ganjar pranowo yang disemuai survei berada dalam urutan pertama, cinta, simpati dan empati didapat beliau. Sampai ada sebutan celeng bagi yang mendukungnya dan yang berada dibelakangnya, bila sudah cinta APA ARTINYA SEBUAH NAMA SEBUTAN. Tapi aku pribadi masih belum bersikap, karena apa, energiku harus aku fokuskan untuk berjuang hidup dari keterpurukan pandemi, tapi colek dan berselancar sesekali sebagai hiburan.

Analisa, Mega pastilah berharap PDIP akan terdepan dengan struktur kekerabatan, berharap setelah pak jokowi yang alot saat dicalonkan, Bu mega dan pembisiknya berharap eatafet dipegang oleh Puan Mharani, akan tetapi kita paham, mbak Puan bicara saja didengar masih kaku dan wagu terlepas dari kontek isinya, hampir suara dan gerak tubuhnya bukan magnet menarik, tidak ada gebrakan selama ini yang menyentuh hati terdalam rakyat.

Tidak ada yang WAH selain karena keturunan SUKARNO, akan riskan bila dipaksakan maju, itung2an 50% PDIP akan merosot dalam segala lini… Tapi cinta tanah air dan NKRI harga mati, Bu Mega pasti akan memutuskan yang terbaik untuk Negara diatas kepentingan partai dan keluarga, pasti itung2an didetik terakhir pasti yang terbaik dan untuk saya pribadi, dimana pak Jokowi berlabuh untuk tongkat estafetnya, itulah aku berada,mendukung, memilih dan mengawal.

Glodak. glodak. gedebuk Analisa anak paud

Sumber : Status Facebook Cipto Ayu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed