by

Menguji Jiwa Besar Megawati

Oleh : Rudi Amijaya

Apakah partai pengusung dan semua partai pendukung Jokowi hanya memikirkan kepentingan Dinasti dan Kelompoknya? Jika mereka semua benar – benar “Mencintai Bangsa dan Negara ini”, Kenapa semua “KETUA UMUM PARTAI” Pendukung Jokowi tidak belajar dari China dan Rusia. Semua Pejabat dan Politikus China dan Rusia sangat luar biasa dalam memilih presiden demi kepentingan bangsa dan negara mereka.

Ketika MELIHAT sosok “PEMIMPIN YANG BAGUS”, mereka langsung MERUBAH UU Pemilu.XI JING PING menjadi PRESIDEN SEUMUR HIDUP.VLADIMIR PUTIN jadi PRESIDEN hingga 2036.PDI-P sebagai partai pengusung Jokowi lah yang bisa ambil inisiatif untuk merubah UU pemilu.. Masih ada waktu 3 tahun kita akan memilih presiden lagi. Harapan kita memohon Jokowi untuk jadi 3 kali sudah di jawab berkali-kali oleh beliau bahwa beliau akan patuh pada konstitusi, artinya beliau tidak mau jabatannya diperpanjang karena sudah digariskan UU.

Rudi Ajay : Tapi jika kita semua meminta dan memohon kepada Jokowi atas nama rakyat, pasti Jokowi tergerak hatinya dan akan mau memimpin NKRI demi masa depan dan kebaikan serta kesejahteraan rakyat.Karena jika Jokowi lepas, maka indonesia akan mundur 50 tahun kebelakang, bahkan program pembangunan yang sudah berjalan jadi hambar mungkin bisa hancur dan bubar. Sementara dari gestur orang partai, baik partai pengusung maupun oposisi menguatkan bahwa tidak akan ada amandemen UU pemilu. Hal yang sama di tegaskan Megawati sebagai partai pemenang pemilu dan penguasa parlemen.

Dari sikap Jokowi jelas menunjukkan ketertundukannya kepada UU dan mungkin saja kepada PDIP dalam hal ini Megawati. Karena sang juragan memang menganggap Jokowi adalah petugas partai.Walau rakyat yang memilih. Jokowi adalah tipe orang yang tau diri dan menghargai Budi baik. Perjalannya berpolitik ikut bersama PDIP tak mungkin dikhianatinya, kini Gibran sang anak juga bermukim di partai yang sama, bahkan Boby sang mantu juga didukung PDIP di Medan, dan keduanya meraih kemenangan. Andai saja Jokowi mau “nakal” untuk mengambil kekuasaan. Dan buat partai baru saja, semua partai lain pasti terjengkang, termasuk PDI-P. Karena apa? Karena figur Jokowi adalah sosok yang sulit tergantikan di hati rakyat hingga saat ini.

Jokowi adalah pemimpin sebenar – benarnya pemimpin, bukan cuma kepingin. Mungkin 100 tahun pun Jokowi tdk akan tergantikan di hati bangsa ini. Tapi sekali lagi Jokowi adalah orang santun, cerdas dan bersahaja, dia bukan anak Singa yang menerkam induk semangnya. Jokowi tak perlu di uji dalam hal kejujuran, amanah, dan kebaikan lainnya. Karena didalam benaknya yang tercermin dari prilakunya, dialah sebenar-benarnya pemimpin berhati apik milik wong cilik, bukan mengaku wong cilik. Jokowi adalah rakyat jelata sejati yang hidup dibantaran kali. Keluarga yang sangat kekurangan hungga makan 1 butir telur pun harus di bagi 4 dgn saudara – saudaranya. Jadi jika bicara wong cilik belajarlah dari Jokowi..

Jokowi wong cilik yang sebenarnya bukan hanya slogan saja.Sekarang kita melihat Megawati sang penentu. Apakah beliau negarawan sejati atau cuma janji. Anak proklamator yang seharusnya berjiwa seperti ayahnya.Kita semua tau Megawati jadi presiden hanya diberi amanah meneruskan sisa jabatan GUSDUR, sementara usahanya nyapres gagal dua kali. Pertama bersama almarhum Hasyim Muzadi 2004 dan bersama Prabowo 2009. Menilik hasil diatas begitu jelas bahwa rakyat bukan melihat siapa dirimu, tapi lebih kepada sudah berbuat apa. Berpasangan dgn Hasyim Muzadi yang waktu itu mantan atau masih sebagai ketua PBNU bukan orang sembarangan, Nahdiyin sebagai anggota NU berjumlah +/- 60-80 juta orang.

Tapi pasangan ini kalah. Begitu juga saat bersama Prabowo, dua kali dikalahkan SBY memang bukan hal yg mudah utk dilupakan, apakah hal itu yang membuat hubungannya dgn SBY menjadi tak ramah, entahlah. Berpolitik harusnya bijaksana. Kalau saja mengukur prestasi, Jokowi sang petugas partai yang justru BRILIANT, elektabilitasnya TIDAK DIRAGUKAN sejak menjabat Walikota Solo, dimana dalam pemilihan periode kedua Jokowi mendapat suara 90,09%, sebuah angka kemenangan pilkada yang akan sangat sulit dipecahkan. Dan skrg Gibran dalam gebrakan pertama mencapai 87%, akankah dia memecahkan rekor ayahnya bila kelak maju di periode kedua. Sepertinya iya, insyaallah.

Jokowi politikus yang mengaku kecebur ke politik ini adalah pemegang REKOR 5 kali MENANG PEMILU tanpa jeda. Hal ini (REKOR JOKOWI) akan sulit dikalahkan, apalagi kelas politikus karbitan. Jokowi seperti apa katanya, bahwa dirinya bukan siapa-siapa, dia adalah rakyat jelata, menempa hidup di bantaran kali Surakarta, bukan di rumah megah atau istana, asupannya sederhana, mungkin hanya setahun sekali ususnya dilalui makanan bergizi saat lebaran tiba, sisanya mungkin hanya tempe, tapi halal, tentunya.

Hadirnya Jokowi membuat garis batas yang jelas, antara pemilih yang hanya ikut-ikutan dan buta kebenaran. Jokowi memenangi 55,5% pilpres kedua dgn 86 juta suara. Sebuah anugrah buat Indonesia utk bisa melanjutkan pembangunan yang lama ditelantarkan. Dan ini kenyataan. Kembali kepada Megawati, melihat hasil kerja Jokowi apakah sebagai induk semang dia tak bangga, bahwa anak didiknya jauh melampaui prestasinya, begitu juga calon yang ngebet nyapres, kualitas dan integritasnya apa bisa menyamai Jokowi. Jgn hanya sekedar ada, ada calon, untuk indonesia negara yang besar bukan sekedar ada capres. Malah sekarang jadi norak dgn lomba-lombaan pasang Billboard bersama AHY, AIRLANGGA, CAK IMIN dgn inisial baru AMI.

Ditengah wabah yang memilukan. Kok jadi kelihatan hilang rasa empatinya atas kemanusiaan. Apa ini tak lebih sesak dari waktu makan 20 menitan. Menggugat akhlak seorang negarawan Megawati yg tentunya memegang kartu As kekuatan di parlemen. Tidak susah mestinya andai Mega berniat menyelamatkan Indonesia dgn meminta Jokowi memperpanjang pengabdiannya. Karena secara kasat mata melihat kondisi saat ini ditengah pandemi, banyak pekerjaan yang tertunda, mengurus COVID menguras tenaga dan biaya. 3 tahun lagi ada agenda pemilu dan pilkada serentak, ini pasti membebani kas negara, padahal ribuan triliun dana sudah habis ditelan pandemi. Belum lagi kalau pilpres harus diulang dua kali, tapi kalau Jokowi maju lagi insyaallah sekali saja selesai.

Kenapa tak belajar dari China dan Rusia..!!! Begitu Melihat sosok PEMIMPIN YANG BAGUS langsung mereka MERUBAH UU,XI JING PING menjadi PRESIDEN SEUMUR HIDUP.PUTIN menjadi PRESIDEN RUSIA HINGGA 2036.

Note : Jangan sampai Indonesia dikuasai poliTIKUS busuk dan rakus. Jika memang mencintai bangsa dan negara ini kenapa semua partai pendukung tidak minta Jokowi 3 Periode hingga 5 periode. Ini semua ada ditangan Megawati, kita liat apa yang akan dilakukan. Bijak bertindak atau salah berpihak. Sang anak harus di rawat utk lebih kuat dan bermartabat, jangan di paksa berbuat kalau belum kuat karena bisa terjebak pada nafsu yang ke susu dan bisa mati lesu. Moral : Pemimpin melahirkan banyak pemimpin, bukan mau terus memimpin.

Rudi Ajay : Semoga Ibu Megawati bisa mengambil keputusan yang terbaik bagi bangsa ini.. #KitaPercayaJokowi#IndonesiaMajuBersamaJokowi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed