Menghantarkan Seorang Negarawan

Oleh: Didi Wahyudi
 

Andaikan kata “Menghantarkan” tertuang dalam visi dan misi setiap partai di Indonesia, maka akan memudahkan setiap kader terbaik partai dalam menjalankan amanat undang-undang untuk berbakti hanya kepada nusa dan bangsa ketibang kepada partai yang mengusungnya ketika terpilih sebagai pejabat publik, wakil rakyat, pemimpin daerah atau pusat bahkan sebagai kepala negara.

Disisi lain para pengurus, kader dan simpatisan partai tidak merasa kehilanganan dan terdzolimi apabila kader terpilihnya mengambil langkah atau kebijaksanaan yang bertentangan dengan partai demi kepentingan nusa dan bangsa.

Karena filosofi “Menghantarkan” jelas berbeda dengan “Memiliki” sehingga tidak ada lagi hubungan untung rugi antara pengurus, kader, simpatisan dan partai itu sendiri, yang ada mendahulukan kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan nusa dan bangsa.

Perlahan namun pasti, apabila filosofi “Menghantarkan” itu di jalankan, maka kedewasaan sebuah partai akan terlihat, bukan sebaliknya partai yang kekanak-kanakan, gampang ngambek, main ancam, ngungkit ungkit budi ketika kader terpilihnya berjalan tidak sesuai dengan tujuan partai, karena menganggap kader terbaiknya adalah milik partai selamanya.

Fenomena Pak Ahok dan Pak Jokowi yang berani mengambil sikap tegas dalam mengemban amanat undang-undang untuk mendahulukan kepentingan nusa dan bangsa ketibang kepentingan partai yang mengusungnya ketika terpilih menjadi kepala daerah dan kepala negara adalah salah satu contoh positif sikap seorang negarawan.

Partai-partai politik harus tanggap merespon fenomena tersebut sebelum kehilangan “daya jual” partainya dengan benar-benar menjalankan fungsi sebuah partai di negara demokrasi yaitu hanya menghantarkan kader terbaiknya menjadi negarawan sejati, setelah itu harus berani berkata bahwa kader terbaiknya adalah milik nusa dan bangsa bukan milik partai lagi.

Agar di kemudian hari, rakyat tidak alergi dengan partai politik yang saat ini terkesan munafik dan egois yang berisi orang-orang yang haus akan kekuasaan.

Semoga.

 

(Sumber: Facebook Didi Wahyudi)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *