Menghadang Banjir dengan Melawan Tuhan?

Penyebab banjir besar dan permanen di Indonesia ada 2, yakni pertama adalah rekayasa penggundulan hutan oleh manusia di hulu sungai. Kedua rekayasa sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS), terutama di hilir sungai dengan cara menimbun, memadatkan dan membangun perumahan serta perkantoran yang dipastikan memperkecil ruang bagi resapan air atau memperkecil ruang tangkapan air secara alamiah.
 
Kedua hal di atas semakin berdampak parah, akibat tingginya curah air hujan tahunan, baik di hulu dan di hilir. Semuanya menjadi terakumulasi dan berbarengan dengan ketidakmampuan sepanjang DAS yg dudah dibetonisasi sebagai tempat air sungai mengalir dari hulu yang hutannya pun sudah gundul.
Kedua penyebab banjir permanen diatas bukanlah karena Sunnatullah, tetapi adalah rekayasa manusia yang zalim sebagai biang utama kerusakan dimuka bumi tanpa disadarinya (QS : 2. 12 Al Quran).
Jadi apa pun alasannya, tetap saja tak terbantahkan bahwa air sungai tetap selalu mengalir sampai kelaut. Gesang benar!
Solusi alamiah dalam mengatasi banjir adalah bukan sumur resapan, bukan pula betonisasi DAS, melainkan tanam pohon (reboisasi) di hulu, hilir dan sepanjang DAS. Sebab yg bisa meresap air secara alamiah adalah pohon. Pohon harus ditanam sepanjang DAS. Bantaran sungai harus dijadikan halaman rumah, bukan jadi belakang rumah!
Wallahu alam
 
(Sumber: Facebook DDB)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *