by

Mengapa Kuasa Hukum BPN Menyesatkan?

ada juga King Arthur of England, Prince Ali dari Ababwa, dan Princess Jasmine dari Agrabah..

and yet, tetap ada saja satu dua (juta) orang yang nggak suka sama mereka..

dan memang bukan tugas pemimpin untuk memuaskan semua orang..

sejarah membuktikan bahwa satu persatu sistem monarki dan kekhalifahan bertumbangan di dunia.. kekhalifahan terakhir tumbang di Turki pada 3 Maret 1924..

menurut teori survival to fittest, mereka gagal menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman, sehingga ditumbangkan sendiri oleh rakyatnya..

sisa monarki yang ada harus menyesuaikan diri dengan zaman; merangkul demokrasi atau memberangus demokrasi..

kita kemudian melihat beberapa Raja yang menjadi simbol/kepala negara, didampingi Perdana Menteri (Prime Minister) sebagai Kepala Pemerintahan yang dipilih dengan sistem demokrasi..

di Indonesia, beberapa kerajaan dan kesultanan (serta kasunanan/kasepuhan), melebur ke dalam satu negara Kesatuan Republik Indonesia..

republik adalah sebuah negara di mana tampuk pemerintahan akhirnya bercabang dari rakyat, bukan dari prinsip keturunan bangsawan..

asiknya demokrasi adalah, kita bisa saja dipimpin siapapun sesuai kehendak mayoritas..

kita bisa dipimpin Insinyur, Tentara, Teknokrat, Ulama, Anak Mantan Presiden, Tentara (lagi) bahkan Tukang Kayu.. 
dipimpin bekas pecatan tentara juga boleh.. tergantung kehendak rakyat..

perebutan kekuasaan yang sah ini justru bagian asyiknya..

rakyat akan memberikan apresiasi atau bahkan menghukum pemimpin setiap periode waktu tertentu.. di kita, artinya 5 tahun sekali.. (seharusnya) tanpa darah dan peluru tertumpah..

di sini letak masalahnya..

masih ada orang-orang dengan cara-cara berpikir primitif, yang ingin merebut kekuasaan dengan cara-cara tidak normal..

ada yang mengkoordinasikan terciptanya kerusuhan untuk membuka jalan revolusi, ada yang ngirim santet.. ada juga yang mengirimkan do’a-do’a yang mengancam Tuhan supaya capresnya yang menang..

setelah hasil pilpres berdasarkan keputusan KPU mengendap, langkah konstitusional yang bisa dipilih memang cuma ke Mahkamah Konstitusi..

itu sudah bener..

dan yang senyum-senyum bahagia tentunya para pengacara kedua belah pihak yang magabut; makan gaji buta..

BW cukup membuat asumsi general tanpa bukti kuat (karena memang tidak ada), sementara YIM tinggal senyum-senyum dan kipas-kipas mengikuti prosesi di MK..

tentu saja keduanya harus pasang tampang serius ketika diliput TV..

tahu nggak perbedaan pengacara yang buruk dan pengacara yang baik?

pengacara yang buruk itu suka manjang-manjangin perkara yang sepele.. 
sedangkan pengacara yang baik itu adalah pengacara yang suka melayani argumen pengacara buruk yang bertele-tele itu dengan cara yang lebih bertele-tele dan lebih panjang lagi, walaupun masalahnya sederhana, bisa selesai dalam waktu singkat, dan hasil akhirnya sudah bisa ditebak..

mungkin karena dua-duanya dibayar per jam, bukan borongan..

(keterangan gambar: Orca, yang merupakan spesies lumba-lumba, (dan bukan paus), secara umum dikenal sebagai Killer Whale/ Paus Pembunuh.. you know, just incase situ nggak paham lucunya..)

Sumber : Status Facebook Gus Bin

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed