by

Mencari Pancasila Di Riuhnya Politik

Ditingkat pertama adalah manusia dengan kesadaran bahwa eksistensi adalah realitas tunggal. Dalam kesadaran ini, manusia tak terpisahkan dari realitas tunggal itu. Manusia ada dalam persaudaraannya dengan unsuriah, nabati, hewani dan basariah/ manusia, juga dengan penghambaan dalam tauhid. Tak ada ruang bagi ketiadaan dan jawaban dari pertanyaan apa itu. Kesadaran keterhubungan diri dengan realitas tunggal wujud inilah dasar pertama manusia Indonesia. Ini ruh Sila pertama.

Dasar kedua adalah kesadaran diri bahwa manusia Indoneaia adalah terhubung dan bagian tak terpisahkan dengan peradaban dunia. Lawan peradaban adalah kebiadaban. Ruh dari peradaban adalah hadirnya keadilan Ilahi dimuka bumi. Dibangun melalui hakikat dasar kemanusiaan yakni rasionalitas yang terverifikasi oleh wayhu Tuhan. Ini ruh sila kedua.

Ketiga adalah kesadaran kebangsaan. Bahwa kita sebuah bangsa. Namanya bangsa Indonesia. Kekuasaan sistem kerajaan sisa sedikit di muka bumi. Yang banyak negara bangsa. Nation state. Bangsa Iran, punya negara Repubkik Islam Iran penduduknya beragama apa saja tidak harus Islam. Karena konsepnya negara bangsa. Bangsa Jepang punya negara Jepang. Dan lain-lain. Ini ruh sila ketiga.

Yang ke empat manusia Indonesia harus memiliki kesadaran sebagai rakyat, rain (pemimpin), pemilik kedaulatan dan pemilik suara (distributor mandat).

Manusia Indonesia harus disiapkan menjadi rakyat yang berhikmat. Karena pemimpin berhikmat diambil dari rakyat juga. Manusia Indonesia harus sadar bahwa kedaulatan rakyat ada di tangannya, dan didistribusikan mandatnya kepada wakil-wakilnya di legeslatif maupun pemimpin politik melalui Pemilu sistem demokrasi. Rakyat berhikmat adalah kunci utama yang harus dipelihara dengan baik. Dari rakyat berhikmat akan menghasilkan pemimpin berhikmat, demokrasi berhikmat, sistem politik berhikmat dan ulil amri atau pemerintahan berhikmat. Ini ruh sila ke empat.

Sisi atau tingkat ke delapan adalah kesadaran manusia Indonesia sebagai rakyat yang berhak mendapat keadilan sosial. Ini ruh sila ke lima.

Dul Kampret :

Wah kalai begini sederhana tapi jelas Kang. Ini akan membantu sekali dalam membentuk manusia Indonesia. Revolusi mental harus dibangun dari sini. Bangunlah jiwanya. Jiwa bangsa, patriot proklamasi. Ini baru garuda Pancasila dapat pendukung yang kuat. Oyo maju maju, ini baru Indonesia maju. Baru ada pandu buat ibu pertiwi. Kang, Kang Mat
kemana samoeyan Kang.

Pakandangan kembali sunyi. Dul Kampet mencari Kang Mat yang tiba-tiba menghilang. Mungkin ke kambing-kamningnya yang kehausan. Pakandangan belum turun hujan.

Angkringan Filsafat Pancasila

Sumber : Status Facebook Abdul Munib

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed