Mencapai Mahligai Surgawi nan Hakiki

Sunan At Tirmidzi juga menjelaskan dalam hadits shohihnya yang intinya ialah ahli surga selalu mensucikan Gusti Allah di waktu pagi dan sore (HR Tirmidzi: 2660), ahli surga bisa melihat Gusti Allah sebagaimana kita menatap bulan saat purnama (HR Tirmidzi: 2675), nikmat tertinggi ahli surga adalah mendapat ridlo Ilahi dan Gusti Allah tidak akan murka kepada mereka selama-lamanya (HR Tirmidzi: 2680/ status hadits hasan shohih).

**********************************************
Ketika Islam datang menyerukan pola hidup sederhana, menyerukan kesholihan sosial, maka konsekuensi positif yang didapatkan ialah surga dengan gambaran rumah yang terbuat dari berlian dengan keindahan detail yang tidak mampu diungkapkan dengan kata-kata.

Dan seterusnya dan seterusnya… Bahkan jika hingga saat ini masih ada wahyu atau sunnah, bisa jadi akan muncul pertanyaan: apakah di surga ada pesawat terbang? pasti akan dijawab: di surga ada pesawat terbang yang kecepatannya melebihi kilatan cahaya, dengan pramugari yang begini dan begitu, pesawatnya terbuat dari ini dan itu.

Jika anak gaul masa kini bertanya: apakah di surga ada Wifi? Maka tentu akan dijawab: pastilah, di surga ada Wifi dengan kuota tak terbatas, dengan kecepatan melebihi kecepatan suara, tidak perlu loading, tidak perlu ini dan itu, semua serba over mudah dan ready for use.

Kalimat yang paling tepat menggambarkannya ialah QS Sajadah : 17 “Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang”.

Kanjeng Nabi SAW memberi penjelasan melalui Hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Shohih Al Bukhori dan Imam Shohih Muslim :

“Telah Kusiapkan bagi hamba-hambaKu yang sholih, yakni segala sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, yang tidak pernah didengar oleh telinga, bahkan yang tidak pernah terlintas dalam hati (dikrentekke –bahasa Jawa-) oleh semua manusia”,

Intinya, segala keinginan kita akan bisa terwujud di surga jika kita di dunia menjadi hamba yang baik bagi Gusti Allah dan baik pula kepada sesama manusia. Namun demikian, hendaknya kita tidak terlena dengan perhiasan surga sehingga melupakan dari hakikat kehidupan surgawi di akhirat yang akan datang.

Karena itu doa-doa berkaitan dengan surga umumnya dibarengi dengan jalan dan tujuannya, bukan surga sebagai tujuan. “ Allahumma inna nas-alukal jannah wama qorroba ilayha min qoulin aw ‘amal”. “Allahumma inna nas-aluka ridloka wal jannah”.

Selamat beribadah menggapai ridlo Ilahi… Ingat.. surga hanyalah salah satu makhluk Gusti Allah yang diperintahkan untuk memenuhi keridloanNya atas manusia. Jangan sampai kita salah niat sehingga memberhalakan surga..

Sumber : Status facebook Shuniyya Ruhama

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *