by

Membuka Kandang Monyet

Rangkaian cuitan yang beredar kurang dari 24 jam yang lalu membeberkan rencana si Jendral Gagal Total untuk kembali membuat Jakarta menjadi rusuh. Demonstrasi yang berencana untuk mengepung istana pada hari Selasa besok, akan menuntut dilengserkannya ayahanda Jokowi dan diperkirakan akan kembali berlangsung ricuh. Si Jendral butut ini tampaknya sudah tidak sabar untuk diusung menjadi orang nomer satu, karena kabarnya dia pernah diphoto dengan ada bayangan harimau di belakangnya yang kemungkinan memang diambil di kebun binatang, tetapi dia sudah lupa dan berhasil termakan hasutan dan bujuk rayu. Untuk menciptakan alibi, pada saat kejadian nanti berlangsung dia akan sedang mengadakan silaturahmi di kantor sekretariat dengan anak-anak yatim piatu, kalau ini benar alangkah laknatnya orang yang membuat anak-anak tak berdosa ini sebagai tameng untuk menjalankan usaha tipu-tipu.

Sedang wan Abud diperkirakan bertindak sebagai satpam penjaga pintu gerbang, dengan kembali menerapkan PSBB Transisi mulai pada hari Senin ini. Bagaikan membuka lebar-lebar pintu kandang monyet di Ragunan supaya para beruk-beruk bisa kembali datang untuk berbuat kerusakan dan melakukan tindakan anarki. Kebanyakan mereka bukanlah penduduk DKI, dengan agenda terperinci yang bertujuan untuk menghancurkan ibukota, toh Wan Abud memang tidak begitu perduli. Dengan entengnya tanpa mengecam perbuatan yang menyebabkan kerusakan, hanya bermodalkan sipoa dia langsung bisa menghitung besarnya biaya perbaikan yang anehnya lebih besar dari biaya saat bangunan itu berdiri.

Apakah mereka-mereka yang anarkis ini pernah menyadari kalau sebegitu banyak biaya yang terbuang percuma dalam masa sulit akibat pandemi ini hanya untuk membiayai penanggulangan akibat demonstrasi. Cuma karena ada orang-orang yang berada di barisan kelompok elit yang sudah susah untuk beronani, gara-gara pemerintah dengan Omnibus Law akan menyumbat semua jalan untuk korupsi sehingga mengakibatkan terjungkalnya periuk nasi. Dengan menunggangi buruh-buruh dan orang-orang yang minim literasi sehingga gampang untuk diprovokasi, dan mereka hanya akan seperti bebek-bebek yang gampang digiring ke sana kemari. Sepertinya sudah saatnya pemerintah memberantas benalu-benalu yang merayapi dinding rumah NKRI untuk ditebas dengan seksama, menggunakan parang dan tangan besi.

Tabik.

Sumber : Status Facebook B. Uster Kadrisson

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed