Membongkar Kultwit Zulfikar Akbar Tentang Ustadz Abdul Somad “BERINGAS”

Oleh : Stefanus Toni Aka Tante Paku

Sebenarnya kultwit yang disampaikan sobat Zulfikar Akbar ini biasa saja seperti kebanyakan netizen yang suka menulis topik politik dan agama, tapi berhubung ada yang tidak mampu memahami dengan pikiran jernih, dan tahunya bahwa itu ungkapan kebencian kepada UAS, jadilah berita heboh. Seperti kehebohan yang sudah sering ada di negeri ini saat menyinggung Agama Islam bisa jadi masalah bila ada yang tidak terima dengan kondisi yang ditulis itu, dan tidak mampu mengeluarkan argumentasi balasannya, cara keras pun dilakukannya.

Apakah kekerasan itu cara beradab di abad internet ini?

Adu mulut, berdebat, masih lebih baik daripada berperang, itu yang dikatakan Winston Spencer Churchill.

Zulfikar Akbar Kompasianer of The Year 2017 dinilai telah melakukan fitnah keji kepada dai nasional Ustadz Abdul Somad Lc MA lewat kultwitnya ketika UAS ditolak saat ke Hongkong dan ini salah satunya tweetnya :

“Jika ditanya kenapa negara seperti Hongkong menolak Anda, karena memang terbukti hasil dakwah Anda selama ini telah melahirkan umat yang beringas.” tulisnya melalui akun twitter pribadinya pada Senin (25/12/17).

Dari banyak group dan share kasus tersebut yang dimasalahkan fansnya UAS karena ada kalimat “Melahirkan umat yang beringas.”

Benarkah statement sobat Zulfikar itu?

Bisa iya bisa tidak!

Tergantung dari sudut mana kita melihatnya, karena setiap masalah selalu bisa dilihat dari dua sisi yang berbeda. Pro kontra pastilah ada, namanya juga kehidupan ini penuh perbedaan.

Setiap agama, dan setiap tokoh BISA memiliki pengikut YANG BERINGAS bila dia tidak terima dengan perkataan yang dianggap “menghina” idolanya itu.

Namun sebaliknya, setiap agama dan setiap tokoh bisa memiliki pengikut yang baik dan toleransi tinggi tanpa mengedepankan kekerasan dalam setiap kasus yang sedang menimpanya karena ajaran atau kotbah sang idola memang tidak menomorsatukan kekerasan.

Terkait umat yang mengidolakan UAS apa semua jadi beringas? Kalau dikatakan SEMUA beringas jelas tidak mungkin. Tapi apa ada yang jadi beringas? Oknumnya pasti ada!

Beringas dalam hal apa?

Ini yang perlu didalami dan ditelusuri setelah membaca kultwitnya Zulfikar Akbar itu dengan DISKUSI bukan dengan caci maki yang tak akan menyelesaikan sebuah topik.

Beringas itu di artikan pandangan mata atau liar (KBBI 5).

Kata BERINGAS sendiri tidak selalu BERKONOTASI NEGATIF. Misalnya ada perempuan yang mengajukan syarat kepada calon suaminya dengan mengatakan begini :

“Aku mengajukan dua syarat untuk pria pendampingku, dia harus tampan dan beringas”.

Nah, apakah kata beringas itu artinya jahat? Tidak!

Namun beringas memang bisa disematkan kepada perilaku binatang yang sedang marah atau sedang bergerak tak beraturan dengan cepat.

“Ayam Bangkok itu sangat beringas!”

Bila mempelajari definisinya apakah yang dikatakan UMAT YANG BERINGAS itu selalu keji dan jahat?

Kalau kita mau BERPIKIR POSITIF bisa membalik klutwit Zulfikar Akbar itu dengan benar, misalnya dengan menjelaskannya begini :

“Antum Zulfikar benar, Ustadz Abdul Somad telah melahirkan umat yang beringas, beringas berdakwah di berbagai tempat dan negara luar.”

Bukankah itu jawaban yang cerdas dan tak bisa disalahkan lagi?

Tapi apa yang terjadi dengan tanggapan umat penggemar UAS itu, sebagian besar memang BERINGAS dalam artian negatif.

Ribuan akun menghujat Zulfikar Akbar dengan berbagai makian dan ancaman. Bahkan tak sedikit yang ingin membunuhnya. Apakah tindakan ini layak disebut BERINGAS?

Begitulah bila kita tidak memiliki KEBIJAKSANAAN hingga tidak mampu menggunakan pengetahuan sedemikian rupa  untuk menghadapi segala tuduhan dengan benar.

Bagaimana dengan kultwit Zulfikar Akbar yang juga dimasalahkan? Saya akan tulis di artikel berikutnya. (Bersambung)

Salam Slumun Slamet!

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *