Memaknai Rejeki

Tidak ada romantika kehidupan…, tidak ada hidup penuh warna…, dan tentu tidak akan ada perubahan peradaban.

Manusia akan saling menghabisi…, seperti hewan.

Nah sampai di sini, kita bisa paham…, bahwa rejeki itu adalah takdir.

Lantas bagaimana memahami rejeki Tuhan itu…, dalam kehidupan sehari hari….?

Ya…, kita harus memahami hakikat dari hukum ketetapan Tuhan.

Apa itu….?

Yaitu hukum keseimbangan.

Kehidupan di dunia ini selalu dalam keadaan berpasangan…: bahagia/menderita…, kaya/miskin…, sehat/sakit…, pria /wanita…, baik/buruk…, siang/malam.

Rejeki Tuhan itu adalah sistem…, artinya kalau kita bisa menjaga keseimbangan itu…, maka kita sudah memahami rejeki Tuhan…, kita bisa berdamai dengan kenyataan.

Mari kita bahas fakta kehidupan yang tidak bisa menjaga keseimbangan…, dan pasti tidak mapan.

Adolf Merckle adalah orang terkaya di Jerman…; tetapi karena depresi dia menabrakan dirinya ke kereta Api.

Michael Jackson adalah seleb paling terkenal di bumi ini…, tetapi dia meninggal karena minum obat tidur overdosis.

G. Vargas…, Presiden Btazil…, bunuh diri dengan menembak jantungnya.

Marilyn MonroeL.., artis cantik dan terkenal…, tetapi hidupnya dalam depresi karena tergantung kepada alkohol dan obat obatan…, dan akhirnya dia mati karena itu.

Radikalisme agama adalah orang yang melaksanakan agamanya dengan berlebihan…, hingga berujung jadi teroris yang membunuh dirinya sendiri..

Ternyata…, kemapanan seseorang itu bukan ditentukan oleh seberapa kayanya…, tenarnya…, cantiknya…, berkuasanya…, sehatnya atau agamanya.

Tetapi yang membuat orang bahagia…, adalah mampu menciptakan keseimbangan dalam dirinya.

Lantas apa kuncinya untuk bisa seimbang…?

Hiduplah sederhana…, tidak berlebihan…, termasuk beragama.

Orang yang hidup sederhana…, pasti dia mapan.

Rejekinya melimpah…, karena dia pandai bersyukur dan tahu arti mencintai.

Rahayu

Sumber : Status Facebook Buyung Kaneka Waluya

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *