by

Mekanisme Lock Down Berdasarkan UU Kekarantinaan Kesehatan

Pasal 56, 57 dan 58 adalah Karantina Rumah Sakit, kalau seandainya memang wabah bisa dibatasi hanya di dalam satu atau beberapa rumah sakit saja. RS akan dikasih garis batas dan dijaga, dan mereka yang dikarantina akan dijamin kebutuhan dasarnya (gambar 3)
& 4).

Nah, yang sekarang dilakukan itu adalah PEMBATASAN SOSIAL, alias SOCIAL DISTANCING, skala besar. Itu di pasal 59 (gambar 4).Pembatasan Sosial Berskala Besar merupakan bagian dari upaya memutus wabah, dengan mencegah interaksi sosial skala besar dari orang-orang di suatu wilayah. Paling sedikit yang dilakukan adalah sekolah dan kantor diliburkan, acara keagamaan dibatasi atau kegiatan yang skalanya besar dibatasi. Ini yang minimal. Yang lebih tinggi lagi juga bisa, misalnya penutupan toko dan mall, penutupan tempat hiburan yang banyak dikunjungi orang, atau tindakan apapun yang tujuannya mencegah orang banyak berkumpul. Tapi orang-orang masih bisa berpergian, ke kantor, ke pasar, ke mall, ke dokter, ke rumah sakit, bahkan acara tertentu. Tinggal tergantung seberapa ketat aturan pembatasan sosialnya.

DAN YANG SEKARANG TERJADI DI JAKARTA DAN SOLO ADALAH PEMBATASAN SOSIAL, BUKAN LOCKDOWN alias KARANTINA WILAYAH. Kalau Jakarta dan Solo dilockdown beneran, nggak ada lagi yg namanya orang wara-wiri di jalan. Nggak ada lagi abang tukang bakso kelilingan, tukang nasgor tek-tek ngider, atau babang ojol nganterin paket. Transportasi umum ditutup semua. Semuanya diam di rumah, nggak keluar rumah kecuali kalau perlu, nggak, nggak boleh naik transportasi umum kalau mau berpergian, harus pakai kendaraan pribadi, itupun pakai ijin dulu sebelumnya.

Jadi, stop lah kalian koar-koar lockdown begina beginu begindang, kalau ternyata ujung-ujungnya yg di kepala kalian adalah skenario film World War Z. Cari tahu dulu lebih lanjut, temukan informasi yang tepat dan akurat, supaya paham apa yang terjadi, daripada bikin orang parno karena keributan nggak jelas di medsos.

Oke, bambank???

Sumber : Status Facebook Michelle Dian Lestari

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed