by

Meet Astrazaneca’s Team

Oleh : Ruly Achdiat Santabrata

Vaksin AZ salah satu faktor penting bagaimana UK dengan jumlah kasus sekarang mencapai 50rb per hari tapi mampu menekan jumlah kematian di bawah 50 dan jumlah pasien yang dirawat jauh sekali dibanding peak pada bulan Jan Feb tahun ini.Kecepatan pembuatannya yang belum pernah terjadi sebelumnya hanya dimungkinkan karena teknologi yang mendukungnya telah dikembangkan selama bertahun-tahun sebelum pandemi melanda, oleh para ilmuwan di Universitas Oxford.

Vaksin AZ juga diproduksi dengan biaya paling murah dibanding vaksin lainnya. Hanya $4! Yang membuat terharu, Prof Gilbert, sang penemu menolak mematenkan dan mendapat royalti dari karyanya. Semoga Tuhan memberi keberkahan untuk hidupnya. (Baca https://www.sciencedirect.com/…/pii/S026240792101174X)

Berikut video yang menggambarkan proses penemuan dan pembuatan vaksin AZ ini (https://youtu.be/Zb73FuRAQ9o). Tak hanya dia sendiri, dia memperkenalkan sebagian timnya. Tim berisi talented human being yang tak kenal ras, asal dan agama. Yang membanggakan, Indra Rudiansyah, salah satu peneliti, memperkenalkan dirinya berasal dari Indonesia (2:05). 🇮🇩✊🏻Saya salah satu penerima vaksin AstraZeneca.

Bersama sebagian besar masyarakat UK, sudah hampir bisa menikmati the new normal. Tak seluruhnya, but it’s ok. Terima kasih untuk kerja keras para scientist, nakes dan pemerintah. In the end, science always wins!Perhatikan pada video di bawah, begitu humble sang penemu Vaksin AZ ketika dia duduk di royal box pada turnamen Wimbledon. Pesan dari video ini, jadilah orang yang bermanfaat maka hidupmu akan diberi kemuliaan.Cuitan: https://twitter.com/kangsan…/status/1416787712300965896…

Sumber : Status Facebook Ruly Achdiat Santabrata

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed