by

Masihkah Ada Keadilan untuk Firza?

Kemarin aku marah dan menegur Iik Fikri Mubarok yang entah dengan iseng atau apa menuliskan bahwa Firza hamil di laman Facebooknya

Mediapun dengan kelatahan luar biasa beramai ramai mengutipnya menuliskannya dengan judul begitu provokatif. Segera saja ini menjadi bahan pergunjingan. 
Firza sendiri, ia seorang janda menghadapi luka susila ini dengan terbuka. Ia menjadi tersangka, orang yang terhubung di persangkakan dalam perbuatan tersebut pergi entah kemana. Alih membela, malah melontarkan cerita bahwa Firza adalah pangkal rekayasa. Dan polisi sebagai pengadil bersikap Ambigu, Firza di periksa namun sang lelaki lamban di panggil hingga lari kemana. Semua sama patuh d bawah kaki hukum sebagai Panglima.

Firza bukanlah pengusaha besar, bukan politisi. Ia hanya perempuan biasa, yang tertimpa sial aib nya terbuka.Ia hanya pion peluru untuk menghajar seorang tokoh. Dan kita yang kerap menembakan peluru bernama Firza untuk membidik ia yang mengaku suci berbaju ulama itu.

Aku harus marah pada Iik Fikri Mubarok atas postingannya, bukan karena aku suci dan mulia. Tetapi ini soal etika kita yang kerap terjebak pada lubang yang sama. Dan tuhan tidak tidur untuk membalas kita.

Postingan dia bahwa Firza Hamil. Sungguh itu bukan guyonan, kita mungkin sama tidak suka dengan polah dan mulut besar Rizieq. Tapi mengabarkan berita palsu tentang Firza d media sosial sungguh bukan hal bijak. Apa yang di tulis menjadi bahan pergunjingan begitu banyak orang. Iik Fikri Mubarok berbesar hati telah meminta maaf dan hapus postingannya. Tetapi itu tidak akan menghapus luka keluarga, teman dan mungkin semua yang mengenal Firza.

Firza telah menjalani hukuman sebelum sidang putusan, dan kita menjadi pengadilnya. Dan ia perempuan, seorang janda sendiri menjalani masalahnya.

Duh…mesake rek. Doa dan dukaku untukmu mbak Firza 

 

(Sumber: Status Facebook Teguh Kurniawan)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed