Oleh : Fadly Abu Zayyan
Jokowi pernah mengunjungi Mark Zuckerberg di kantornya yang beralamat di 1 Hacker Way, Menlo Park, California, Amerika Serikat. Kunjungan yang berlangsung pada 17 Februari 2016 itu merupakan kunjungan balasan. Hal ini menandakan adanya kedekatan antar keduanya. Yang menarik, tidak sampai dua bulan pasca kunjungan itu, sebuah dokumen tentang Skandal Keuangan Global telah bocor dan menghebohkan jagad. Panama Papers telah memuat nama para penyembunyi harta di negara Surga Pajak.
Mulai selebriti, pesohor, politisi hingga para petinggi negara.Lebih menarik lagi, pasca bocoran dokumen itu, Jokowi meresmikan Program Tax Amnesty pada tanggal 1 Juli 2016. Bahkan dalam pidatonya, Jokowi mengeluarkan statement bahwa ia sudah mengantongi daftar nama bahkan sebelum Panama Papers bocor. Pertanyaannya, dari mana mendapatkannya? Kebocoran dokumen Skandal Keuangan Global masih berlanjut. Pada tahun 2017 menyusul lagi Paradise Papers yang juga banyak menyebut nama tokoh dunia.
Dan yang menarik untuk dianalisa yaitu, dokumen ini bocor hanya berselang empat bulan pasca Transparansi Keuangan Global yang disepakati di Hamburg Jerman pada 7-8 Juli 2017 dimana Sri Mulyani termasuk salah satu tokoh yang ikut andil di dalamnya. Perjanjian ini juga yang menjadi dasar lahirnya MLA Indonesia-Swiss di tahun 2020. Sulit disangkal bahwa rentetan kejadian di atas terlihat jelas benang merahnya. Termasuk ketika Mark Zuckerberg disidang oleh Kongres Amerika Serikat, 24 Oktober 2019 dengan tema pertanyaan bocornya data pribadi pengguna Facebook.
Dan dua hari lalu, dunia kembali digemparkan dengan kebocoran (lagi) skandal keuangan yang lebih besar dari Panama Papers. Yaitu Pandora Papers yang akan membuka Kotak Pandora Dunia. Dan yang mengejutkan yaitu, dokumen ini bocor menjelang Program Tax Amnesty jilid 2 yang akan diluncurkan pada awal tahun 2022 nanti. Seperti sebuah siklus dan de Javu sebagaimana dengan Panama Papers dan Tax Amnesty Jilid 1. Lalu, apa hubungannya kali ini dengan Mark Zuckerberg? Apakah sama seperti halnya dengan Panama Papers dan Tax Amnesty Jilid 1?
Yang cukup janggal di sini adalah kejadian down yang menimpa tiga platform medsos milik si Zucky. Kejadian ini menyebabkan kerugian hingga Rp.85,5 Triliun. Dan terjadi hanya selang dua hari setelah Pandora Papers bocor. Apakah ini sebuah aksi balas dendam dari Thanos sebagai penghimpun sekaligus pengelola aset tersembunyi yang kini sedang dibongkar habis itu? Dan apakah ini juga berarti Mark Zuckerberg adalah seorang anggota Avengers? Sekaligus menunjukkan betapa strategisnya Indonesia di mata dunia dalam hal penataan Keuangan Global ke depannya? Ah, Teori Konspirasi!
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1407286216331902&id=100011516113440https://www.facebook.com/zuck/videos/10113110936040871/ Sumber: SILIT (Saluran Internasional Langsung Ilmu Telepati) ![]()
Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan











Comment