by

Mari Utamakan Perdamaian

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

Dulu PKB bersengketa, kemudian nyusul PPP bersengketa dan terakhir FH membawa kasus pemecatannya ke Pengadilan..sengketa lagi. Kalau Golkar bersengketa, saya tidak ambil pusing karena ini memang partai yang dikelola oleh pengusaha yang berpolitik. Mereka ribut karena soal akses kekuasaan. Itu aja. Tapi kalau partai yang mengusung bendera Islam, bersengketa, lantas apa sebetulnya yang diperjuangkan. ?

Agama Islam mendidik kita dengan Cinta. Sesama muslim itu bersaudara. Satu sakit yang lain juga sakit. Kalau ingin saling mengingatkan dan menegur maka berlakulah dengan santun , dengan bahasa cinta. Tak elok membawa perseteruan di depan umum. Bukankah sudah ada Mejelis kehormatan partai, dewan etik. Bicarakan disana segala hal yang kurang dipahami oleh yang lain. Andaikan tidak juga sepaham, maka cukuplah Allah tempat kembali. Bersabar adalah lebih baik dan biarkan waktu yang akan menilai.

Karena satu satunya cobaan yang paling berat adalah kekuasa.Itu sebabnya ulama hebat selalu menjauh dari kekuasaan. Namun bila kekuasaan itu datang padanya , dia akan sikapi sebagai jihad mengemban amanah. Andaikan kekuasaan tidak didapat atau lepas maka tidak perlu berkeluh kesah.Bukankah Allah yang memberi kekuasaan dan Allah pula yang akan mencabutnya.Tidakkah ini disadari sebagai ujud pahaman Tauhid.

Bahwa kekuasaan itu tidak perlu di kejar apalagi di perjuangkan di meja hijau. Karena bila Allah berkehendak akan sangat mudah sekali. Bayangkan si tukang kayu yang bukan DPP partai bisa jadi Presiden. Tidak kah ini disadari wahai saudaraku..ayoo bergandengan tangan dalam cinta dan penuh ketulusan untuk hanya beribadah kepada Allah. Maafkan kekhilafan orang lain dan teruslah melangkah di tempat lain. Ladang ibadah yang disediakan Allah di dunia ini maha luas dan beragam.Tidak semua orang harus jadi elite partai, menjadi rakyat biasa juga tidak buruk.

Kita tidak perlu bersuara lantang bicara tentang indahnya keadilan dan kesejahteraan atas dasar agama yang kita yakini bila sesama kita saja kita tidak bisa berdamai. Tak ada keadilan yang absolut didunia ini dan tidak perlulah hidup utopis dengan persepsi sendiri sehingga harus ngotot paling benar dan paling di zolimi.. Sadarlah bahwa Nilai manusia dihadapan Tuhan bukan dilihat dari jabatan atau harta tapi dari ikhlas nya…Pahamkan sayang..** (ak)

Sumber tulisan : Facebook Erizeli Jely Bandaro

Sumber foto :pusponugroho.wordpress.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed