by

Mari Membela Absurditas

Masa’awoh! Kalau jaman Ahok dulu, paling banter karena siswa nunggak bayaran berapa bulan. Kalau pun sekolah swasta yang mahal banget, nggak sampai puluh juta, apalagi milyar! Tapi apa hubungan antara dukungan dan kecaman negara-negara dunia atas kasus Uighur dengan tahanan ijazah bernilai milyaran? Memang tidak ada.

Yang menjadikan tampak ada hubungan, mungkin pertanyaannya; Kok ada lelakon seperti itu, di Indonesia, menyeru save Uighur dan ajakan berjihad, putus hubungan dengan Cina, tapi senyampang itu menghargai tebusan ijazah milyaran rupiah? Puyeng ‘kan mikirin semua itu? Belum lagi ada yang bikin bendera MUI nglarang ucapan selamat Natal, tapi kalau Wapres boleh. Ulama kok diskriminatif. Itu pasti ubaru.

Di beberapa negara Timur Tengah, termasuk Arab, yang mayoritas Islam, toko-toko dan rumah mereka, berhiaskan aksesoris Natal, bahkan juga boneka serta topi Santa Klaus kayak oleh-oleh wajib beli. Di sini, di Indonesia ini, punya Menteri Agama bekas jenderal TNI AD, dan mengaku mentri semua agama, bukan hanya Islam, tapi kok membiarkan lembaga ulama dan ustadz yang intoleran? Jangankan ngucapin selamat Natal, ngucapin selamat hari Ibu saja dibilang kafir. Emang kamu anak setan? Sungguh absurd

Kalau rakyat puyeng, gimana Presidennya bisa bilang tanpa beban di periode keduanya? Tanpa beban untuk cuek pada situasi stagnan, karena turbulensi politik yang tak terkompromikan? Katanya tingkat komprominya akan lebih rendah? Apakah Erick Thohir cukup menghibur? Apa artinya jika Susi Pudjiastuti digantikan bekas tentara yang ketahuan gagal jadi politikus? Apa artinya Nadiem Makarim di tengah kemampuan literasi rendah dalam balutan dogma agama? Jangan lupa, rezim ‘orang baik’ bisa disingkat jadi rezim ‘orba’ juga lho. Absurd to!

Tapi sebagaimana ujar Oliver Goldsmith, penyair Irlandia abad 18; Every absurdity has a champion to defend it. Setiap absurditas memiliki pembela fanatiknya untuk mempertahankannya. Karenanya, mari kita lihat setanpa beban apakah absurditas Jokowi periode kedua ini.

 

(Sumber: Facebook Sunardian W)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed