by

Manusia-Manusia Tuhan-Tu

Oleh: Sumanto Al Qurtuby
 

Meskipun statusnya sebagai mahluk yang bernama manusia, banyak juga dari mereka yang tidak menyadari kemanusiaanya. Ada yang macak jadi setan, ada yang memerankan seperti malaikat yang suci tak berdebu tanpa noda, ada pula yang bertingkah polah layaknya Tuhan.

Contoh “manusia setan” tentu Anda sudah tahu karena mereka gentayangan dimana-mana: di mall, pasar, jalan raya, kantor, sekolahan, dlsb. Mereka menyelinap di ruang-ruang ber-AC dan non-AC. Mereka berkeliaran di gedung-gedung pemerintahan, parlemen, kejaksaan, kehakinan, kepolisian, ketentaraan, dan masih banyak lagi. Mereka bisa berprofesi sebagai apa saja: preman, pencopet, pengacara, guru, anggota dewan, pegawai pemerintah, karyawan swasta, dlsb. Jika setan beneran konon takut dengan “ayat kursi” (sebuah ayat khusus dalam Al-Qur’an), “manusia setan” ini malah kadang-kadang rebutan kursi.

Ada pula tipe “manusia malaikat”. Yang saya maksud disini bukan manusia-manusia saleh nan agung melainkan manusia-manusia yang tampilan luarnya saja yang “bergaya” seperti malaikat yang seolah-olah bersih tanpa dosa. Padahal “dalemannya” penuh dengan kotoran, kebencian, dan kejahatan. Di ruang-ruang publik atau di media tampak seperti “sang malaikat” tetapi di ruang-ruang privat, mereka tidak ubahnya seperti “demit sontoloyo”. Di “depan pagung”, mereka tampil seperti pribadi yang bersih, agamis, anti-korupsi, pro-rakyat dlsb. Tetapi di “belakang pagung” mereka berpesta-pora dengan “uang haram” dan mengatur siasat, strategi, dan taktik busuk untuk mengecoh umat dan memperdayai apa yang mereka anggap sebagai “lawan” politik dan agama. Di depan layar “tipi”, mereka berdandan bak “angel” tapi di belakang layar, mereka “tengal-tengil” seperti assudahlah…

Tipe berikutnya adalah “manusia Tuhan”. Nah, mereka ini yang kemana-mana dan dimana-mana hobi menghakimi agama dan kepercayaan lain, gemar mengafirkan keyakinan orang lain, selalu menyesatkan sekte lain, suka me-neraka-kan orang lain, dlsb. Mereka ini yang hobi merusak properti dan bahkan melakukan kekerasan terhadap pemeluk agama dan sekte lain. Jika kalian melihat orang-orang dengan ciri-ciri seperti ini, maka anggaplah mereka ini sedang “main sinetron” memerankan sebagai Tuhan. Ingat ya mereka sedang berakting menjadi Tuhan-Tuhantu…

Jabal Dhahran, Arab Saudi

 

(Sumber: Facebook Sumanto AQ)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed