by

Lukman Hakim Saifudin

Nasib pak Menteri ini sekarang tergantung di-awang2. Di sidang ndak, di stop perkaranya juga ndak. KPK ‘ndak’ punya wewenang dan hak untuk ‘stop’ setiap perkara. Di undang2, yang ‘lama’, memang ndak ada ‘kuasa’ itu.

Jadi nanti bisa saja nasib pak Menteri yang ber-raut muka ramah ini, seperti RJ Lino, bekas Penguasa Pelabuhan, Pelindo II. Hampir 5 tahun kasus- nya juga ndak jelas2.

Anak-istri, sanak saudara, sepanjang tahun, mungkin sepanjang hidup ikut menanggung ‘aib’ bapaknya yang ‘sedang’, lama dan ndak jelas, dicokok oleh KPK . . .

Opo itu KPK ? Sebuah Lembaga negara yang ndak mau ‘diawasi’. Satu-satunya yang begitu sak Indonesia . . .

Kementerian Agama ini memang ladang subur untuk ‘otak kotor’ siapa saja yang duduk di dalamnya.

Dana Abadi Haji yang saat ini lebih dari 100 trilliun. Perputaran Milyar-an Rupiah setiap musim Haji. Bazis, dan lain-lain. Yang baru, Sertifikasi Halal, yang sebelumnya ada di tangan MUI.

Ya, Milliar-an bahkan Trilliun-an Rupiah ‘ada’ di tangan, langsung atau tidak, Kementerian Agama Republik Indonesia.

Lha kok Menteri-nya korupsi ‘cuma’ 70 juta rupiah.

Dulunya ndak pernah ketangkep, katanya. Karena ‘kurang pinter’nya KPK, atau justru karena ‘sangat jujur’ Menterinya ? Eemmboh !

Yang jelas pak Lukman Hakim Saifuddin, pria kelahiran Jakarta 56 tahun lalu ini, ‘mungkin’ ketutup peluangnya untuk kembali jadi Menteri Agama. Anak istri di rumah mungkin tetap percaya sang Kepala Keluarga, jujur seperti biasa. Bole2 saja . . .

Tapi juga kêtar-kêtir, terus menanggung malu atas hukuman ‘sosial’ yang masyarakat jatuhkan. Mungkin sebentar, mungkin selamanya . . .

Biasanya yang ‘dibidik’ KPK mesti berubah status dari ‘Terdakwa’ jadi ‘Terhukum’. Atau paling jelek ya digantung terus perkaranya. Seterusnya . . .

Ya sudah, kalau memang ndak lagi masuk Kabinet, Selamat Jalan, Pak Menteri. Terima kasih atas kerja Sampeyan selama ini . . .

Tabek . . .

Sumber : Status Facebook Harun Iskandar

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed