Lucunya Rencana Aksi Pembelaan Mohamed Salah di Monas

Soal Ahok misalnya, kami sangat santun. Kata-kata yang kami lontarkan sangat islami. Kalau ada kata yang agak keras, misalnya, bunuh, bunuh, bunuh, atau gantung Ahok, ya harus dimaklumi. Mosok manusia gak boleh ada salah, mikir!

Jadi fitnah-fitnah terhadap FPI itu tidak benar. Kami ini representasi islam. Wajah asli islam ya kami ini. Yang lain auto neraka. Islam KW itu ramah ke gereja, mengasihi umat Budis, Hindu, Konghucu. Mestinya mereka mencontoh kami. Berani senggol islam ya kami gebuk, kami maki, kami ancam, kami persekusi. Tapi kami tetep santun. Yang nggak percaya kami gebuk.

Sudah jelas kami lihat di TV, pemain bola islami kami sengaja dicelakakan. Pasti karena dia jenggotan, namanya kearab-araban. Apalagi pelakunya bernama Ramos. Itu nama yang menyakitkan bagi saya pribadi. Dia adalah Rahwana. Penjahat yang merampas kekasih orang lain. Ramos ini begitu hitam di mata kami.

Untuk itu, pertandingan ulang harus digelar di Monas. Lasykar FPI akan berjaga tepat di pinggir lapangan. Lengkap dengan seragam penjaga WC umum dan pentungan. Kami pastikan Mohamed Salah menang. Kalau gak menang ya terpaksa Ramos kami gebuk sampai babak belur. “This one Indonesia, no England no USA, you know?” Mohon pengertiannya dong.

Donatur kami yang di BUMN (ups…) sudah siap puluhan ribu nasi bungkus. Jangan marah dulu, saya tidak menyebut Pertamina atau PLN. BUMN yang saya maksud adalah Badan Urusan Mendanai Nabokisme. Mereka ini para penyusup di tubuh lawan kami: Pemerintah. Diam-diam mengucurkan dana segar dan bantuan dengan kamuflase kegiatan sosial.

Habibana yang hijrah ke tanah arab juga siap pulang jadi wasit. Karena kami sadar, tenyata yang muda hanya kuat dua menit tiga puluh lima detik sudah lemes. Maka kami butuh yang terbukti tahan lama. Kalau perlu kami sediakan kencing onta satu tangki. Akan disiapkan juga Hajar Jahanam, eh maksud saya, doping islami susu kambing dalam jumlah banyak.

Aa Jim siap jalan kaki dengan jamaahnya demi pertandingan ulang yang islami ini. Dus Nur, ulama kami yang bermulut wangi akan mengiringi dengan doa, jancuk, dobol jaran, matamu picek! Sangat islami bukan? Mana mungkin kami anarkis.

Dengan adanya pertandingan ulang ini, kami juga menuntut Pilpres 2014 diulang. Karena jelas Jokowi curang. Sudah kami fitnah PKI, Cina, Kristen, anak orang lain, masih juga menang. Kami sudah bikin Obor Rakyat, Jokowi Under Cover, banyak orang teracuni dengah itu, tapi tetep menang. Kalau gak curang apa namanya itu?

Atau kalau itu sulit, kami minta jatah 2019. Ini karena kami pemaaf. Habib Rizieq-Prabowo Subianto adalah jagoan andalan kami. Tidak boleh kalah lagi. Jokowi ini kurang ajar soalnya. Kami sekarang serba sulit. Proyek demo berkurang drastis, usaha sweeping dan pemalakan dilarang, sementara rekan penyusup kami di aparat keamanan sudah dimutasi ke ujung Indonesia.

Nasib kami semakin suram ketika habibana minggat, eh, maksud saya hijrah mirip bang Toyib lupa pulang.

Saya sendiri akan hadir di sana khusus untuk Ramos. Sakit hati saya masih terasa. Begitu Ramos di pinggir lapangan, jelas langsung saya beri. Enak saja dia merebut kekasih saya. Ini atas nama cinta, martabat dan harga diri laki-laki.

“Tunggu sebentar, ini Ramos yang mana maksudmu?”

Suami Krisdayanti kan? Siapa lagi. Ramos itu pasti singkatan Raul Lemos. Karena itulah aku marah. Gantung Ramos! Bunuh, bunuh, bunuh!

Tertanda
Hanang Hermansyah
Sang Mantan

 

Sumber : facebook Kajitow Elkayeni

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *