Laut Indonesia Kembali Jaya

Tekad untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim mulai menampakkan hasil. Kementerian Kelautan dan Perikanan di bawah komando Menteri Susi Pudjiastuti pun bekerja keras.

Hasil kerja keras itu mulai terlihat. Di antaranya peningkatan nilai produksi ikan tahun 2017 memberikan sumbangan besar pada Penerimaan Negara Bukan Pajak. PNBP sektor perikanan tahun 2017 merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

“PNBP sumber daya perikanan naik dari Rp 214,44 miliar di tahun 2014 menjadi Rp 490,23 miliar di tahun 2017, naik 129 persen atau tertinggi dalam lima tahun terakhir,” kata Sekretaris Jenderal KKP Rifky Effendi Hardijanto.

KKP melakukan pemberantasan illegal fishing, moratorium kapal ikan eks asing dan larangan bongkar muat kapal di tengah laut, serta penegakan hukum berupa penenggelaman kapal.

Tindakan keras itu berbuah nyata. “Untuk pertama kali, neraca perdagangan perikanan Indonesia nomor satu di Asia Tenggara,” kata Menteri KKP Susi Pudjiastuti. Padahal, selama ini dalam hal ekspor ikan selalu di bawah Thailand dan Filipina.

Kini ekspor perikanan naik 5 persen dan impor ikan turun 70 persen. Stok ikan naik dari 6,5 juta ton menjadi 12,6 juta ton. Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang menjadi salah satu indikator kesejahteraan naik dari 104 menjadi 110. Usaha perikanan tangkap juga kian menguntungkan lantaran Nilai Tukar Usaha Perikanan (NTUP) naik dari 102 menjadi 120. Konsumsi ikan nasional juga naik dari 36 kg menjadi 43 kg per kapita.

KKP pun memasang target untuk sejumlah indikator, antara lain nilai ekspor produk perikanan serta investasi hasil kelautan dan perikanan. Target nilai ekspor hasil perikanan US$ 5 miliar. Capaian nilai ekspor produk perikanan hingga November 2017 US$ 4,09 miliar dengan volume 979.910 ton.

Realisasi investasi kelautan dan perikanan hingga kuartal III 2017 Rp 4,03 triliun, naik 96,81 persen atau Rp 1,23 triliun dibanding kuartal III 2016. Nilai investasi bidang usaha produksi mencakup sektor tangkap dan budidaya ikan. Nilai investasi bidang usaha industri pengolahan juga naik 0,4 persen atau Rp 2,29 triliun. KKP pun menargetkan tahun 2018 terealisasi Rp 6,3 triliun. (SL2)

Sumber:sekalilagi.id

 

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *