Kontekstual dan Tekstual

Apakah penceramah itu tak tahu bahwa pedagang-pedagang kecil itu: tukang kebab, mbak laundry, mas warteg, cak pecel lele, mang cilok, kang bakso dan lain-lain, tak punya pilihan lain selain meraup rejeki pada malam hari? Termasuk pada jamnya taraweh di mesjid?

Apakah penceramah kultum itu tak tahu kalo taraweh bisa saja dilakukan di rumah pada dini hari?

Apakah penceramah kultum itu tak tahu jika taraweh itu ibadah sunah, sedangkan berdagang demi anak istri adalah wajib?

Jikapun para pencari rejeki itu lalu pulang dini hari dan terlelap kelelahan, bahkan tak sempat sahur, saya yakin Allah akan mengerti.

Kata mbah kyai, Islam agama yang mudah. Walo tak juga lalu dimudah-mudahkan

Terus semangat para pejuang keluarga!

Semoga Allah meridhoi perjuangan njenengan semua.

Tabik tabik tabik

Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan untuk sedulur semua

Dari saya yang mantan penjual jasa konter hape dan pulsa, yang dulu harus berjualan 15 jam sampai jam 11 malam. **

Sumber : facebook Damar Wicaksono

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *