by

Konflik Natuna, Untung Ada Pak Jokowi

Tapi usaha keras Menlu Retno Marsudi harus didukung oleh koleganya di Kabinet Indonesia Maju. Untuk itu reaksi lunak dari Menhan Prabowo Subianto sangat disayangkan. Sikap Menhan Prabowo yang terlalu ‘soft’ atas kekurangajaran China semakin membuat Pemerintah China jumawa dan semakin brutal.

Cilakanya sikap lunak Pemerintah RI sebelumnya juga ditunjukkan oleh Menteri Kelautan dan Perlukan Edhi Prabowo terhadap kapal asing yang merampok hasil laut Indonesia. Dan hal ini dimanfaatkan oleh kapal-kapal asing yang mulai berani masuk ke wilayah perairan Indonesia. Jadi tidak aneh kalau di media sosial mulai ramai dengan tagar “kembalikan Susi Pujiastuti”.

Saran saya kepada Presiden Jokowi, hendaknya ditunjuk menteri yang berani dan bukan bermental ayam sayur untuk menghadapi agresi Diplomasi dari Pemerintah China. Jangan dibiarkan sosok menteri yang dulu katanya garang seperti macan Asia tapi kini sudah berubah melemah bukan mengaum lagi tapi sudah mengembik termehek-mehek, mewakili Indonesia dalam menghadapi China di level diplomasi dunia.

Indonesia memang sangat memerlukan investasi asing termasuk dari China untuk membantu pertumbuhan ekonomi dalam negeri, tapi kedaulatan NKRI jauh lebih penting dibanding sekedar investasi. Hal ini yang seharusnya dipertimbangkan oleh Menteri Luhut dan Prabowo.

Dalam kasus Natuna, sekali lagi Indonesia beruntung ada Presiden Jokowi, yang kuat, tegas dan berani menjaga kedaulatan NKRI. Di sisi ini saya bersyukur pilihan saya dan 55,5% rakyat Indonesia tidak salah.

Saya mendukung sikap tegas Jokowi !!!

Salam SATU Indonesia

Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed