Koalisi Hoax

Saya rasa kita sepakat bahwa berbohong adalah keburukan moral yang tidak bisa dibenarkan oleh agama manapun atau sistem moral sekuler sekalipun. Karena kebohongan merupakan keburukan moral, maka integritas pribadi pembohong akan ternoda. Makin banyak seseorang berbohong, makin rendahlah kredibilitasnya dan makin omongannya tidak dapat dipegang atau dipercaya.

Maka, kredibilitas dan integritas seseorang akan tergerus dengan parah ketika ia dengan sengaja mengatakan dan menyebarkan kebohongan supaya masyarakat menyakininya sebagai kebenaran. Tentu saja dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh kebohongan macam ini jauh lebih dasyat daripada kebohongan an sich. Kebohongan yg terakhir ini yang secara sengaja dibuat dan disamarkan sebagai kebenaran adalah yang lazimnya disebut HOAX.

Para penyebar HOAX sebenarnya belum selesai dengan dirinya sendiri. Kenapa ? Lihat saja reaksi mereka ketika data dan fakta membongkar dan menelanjangi kebohongan yang mereka produksi. Bukannya mengakui kesalahan, mereka justru ngeles, menyesatkan masyarakat dengan sesat logika mereka dan lagi-lagi menyalahkan pemerintah. Menuduh pemerintah penyebar hoax terbesar dan menuduh Jokowi menyebar hoax karena dinilai ingkar janji. Ini jelas bentuk serangan yang brutal dan ngawur dari pihak yang panik dan kalap karena skenario besar terbongkar dan mereka diperhadapkan pada kemungkinan diproses secara hukum.

Kontestasi pemilu khususnya pilpres selayaknya menjadi sarana pendidikan politik bagi masyarakat supaya masyarakat makin melek politik dan secara kolektif menginternalisasi keberadaban cara-cara berpolitik. Namun nampaknya ada kelompok-kelompok yang menomorsatukan ambisi kekuasaan sehingga menghalalkan cara-cara yang buruk secara moral untuk menjatuhkan lawan politiknya. Kali ini rakyat perlu didorong untuk menjadi pemilih yang cerdas, berprinsip dan berwibawa dengan menggagalkan ambisi orang-orang dari KOALISI HOAX untuk duduk di kursi legislatif maupun merebut kursi kepresidenan. Menolak HOAX dan KAMPANYE HITAM menjadi agenda Nomor 1.

 

Sumber : facebook Guntur Wahyu N

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *