Kitab Suci dan Penghinaan

“Kalian bisa saja membuang Kitab Suci ke dalam toilet,…, tetapi saya tidak akan membiarkan kalian membuang pengampunan…, kedamaian…, dan welas asih ke dalam toilet….”.

Buku bukanlah Agama…, demikian juga dengan patung…, bangunan dan para pemuka agama.

Ini semua hanyalah “kontainer”.

Apa yang telah buku ajarkan kepada kita…?

Patung itu merepresentasikan apa….?

Kualitas apa yang seharusnya diwujudkan para pemuka agama….?

Inilah yang disebut dengan “isi”.

Ketika kita dapat mengetahui perbedaan antara “kontainer” dan “isi”…, maka kita akan mampu mempertahankan “isi”…, meskipun kontainernya telah dihancurkan.

Kita bisa mencetak lebih banyak buku…, bisa membangun lebih banyak Vihara dan patung-patung…, bahkan bisa melatih lebih banyak Bhiksu dan Bhiksuni…; tetapi ketika kita kehilangan cinta kasih dan rasa hormat kepada sesama dan diri kita sendiri…, dan menggantinya dengan kebencian…., maka keseluruhan agama itu telah jatuh ke dalam toilet.

Semoga kita semua dapat berpikir positif…, dan lebih bijak dalam menyingkapi segala permasalahan.

Jangan menggunakan emosi…, ketika kita sedang menyelesaikan masalah.

Rahayu…..

Sumber : Status Facebook Buyung Kaneka Wakuya

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *