Kisah Tragis Ustadz

“Ada apa bro?”, tanya iblis.

“Oh, eh.. eh.., ndak ada apa-apa akhi..”, jawab Barseso.

Tapi iblis sebenarnya tahu persis apa yg ada di dada sang ustadz.

“Nggak apa-apa bro. Santai aja. Dia itu tipe pembantu yg lugu. Penurut apa kata majikan. Gak pernah protes. Kalau sekedar buat inspirasi, gak apa2 kok bro, kalau cuma dipegang-pegang. Cuma dosa kecil bro, entar istighfar juga rontok itu dosa”.

Ustadz Barseso hanya diam tak menjawab. Krn sdh dikuasai nafsu dlm hatinya ia setuju dg pendpt iblis. Hari demi hari berlalu, dan ustadz Barseso mulai berani menyentuh tubuh si pembantu.

Iblis tahu segalanya yg terjadi. Iblis kembali datang menemui ustadz utk menaikkan eskalasi kedosaan sang ustadz.

“Bro, kalau cuma pegang2 itu tanggung. Sekalian aja elu setubuhi. Kalau cuma sekali gak apa2. Elu gak usah takut sama Allah. Ingat bro, Allah itu Dzat Yang Maha Pengampun. Habis main kuda lumping, entar elu segera bertaubat. Allah pasti menerima hamba2nya yg bertaubat. Apalagi elu sdh punya investasi amal kebaikan begitu banyak”.

“Benar juga akhi.. Antum memang cerdas”.

Selang bbrp hari, setelah melalui analisa dan pertimbangan yg matang, ustadz Barseso memutuskan utk menggauli si pembantu. Hanya sekali, ya hanya sekali. Tapi sdh kehendak Allah, meski hanya sekali, si pembantu pun hamil. Ustadz Barseso bingung bukan main. Lalu datanglah iblis.

“Ada masalah apa bro, gue lihat kayaknya elu punya masalah berat”.

“Pembantu ana hamil akhi..”

“Udah, gak usah bingung. Nih saya bawakan minuman utk meredakan stres”

Iblis menyodorkan sebotol minuman khamr kpd ustadz. Ustadz pun menenggak khamr, dan kelihatan mulai mabuk. Di antara sadar dan tidak, iblis berbisik kpd Barseso.

“Bro.. elu ulama terkenal, ulama besar. Pengikut elu banyak. Daripada menanggung malu, bunuh aja itu si pembantu. Bunuh bro.. bunuh!! Hanya itu jalan keluar utk menutup aib elu”.

“Ana mau kabur saja akhiii…”

“Hahaha… elu mau kabur ke mana? Ke Arab Saudi? Ah elu gak mikir. Entar lu malah jd buron polisi. Semua media akan memberitakan kasus elu. Hanya ada satu solusi bro, bunuh.., bunuh itu pembantu..!!!”

Akhirnya terjadilah pembunuhan itu. Iblis tertawa kegirangan. Berita kematian pembantu ustadz menjadi viral di media sosial. Sejumlah pengamat dan opini netizen mengarahkan tuduhan bhw pelakunya tak lain adalah ustadz Barseso.

Pro kontra demonstrasi tak terhindarkan. Pengikut setia yg pro ustadz menganggap bhw junjungannya telah dikriminalisasi. Sedang yg kontra meyakini bhw si ustadz telah bertindak cabul dan jadi pembunuh. Ribuan massa itu berdemo di depan rumah sang ustadz, dan minta agar ia diadili. Mrk berteriak-teriak.

“Hai ustadz cabul..! Ustadz mesum..! Bacot kamu aja sok suci, tapi otak kamu ngeres..! Ayo keluar ustadz cabul..!!!’

Ustadz Barseso bingung bukan main. Tak terlintas solusi apa pun dlm pikirannya. Lalu datanglah iblis.

“Jangan bingung bro. Temui mereka, dan ucapkan sumpah mubahalah. Ucapkan kalimat Demi Allah bhw elu gak membunuhnya. Pasti mrk bakal percaya sama elu”

Maka ustad Barseso pun keluar menemui massa, dan mengucapkan sumpah Demi Allah tiga kali bhw ia tdk berbuat mesum dan juga tdk membunuh.

Tapi massa terlanjur tdk percaya. Dibawalah sang ustadz beramai- ramai ke tengah alun-alun kota. Massa yg sdh marah itu menyalibnya di tiang kayu. Lalu mrk dg beringas merajam sang ustadz dg batu.

Ustadz hampir menemu ajal. Di tengah sakaratul maut, iblis datang.

“Kalau elu mau nuruti kata-kata gue, gue janji elu akan gue selamatin. Gue sdh bawa ribuan laskar, Front Pembela Barseso (FPB) buat nyelametin elu. 
Maukah elu mengakui bhw gue adalah Tuhanmu? Gue adalah pelindungmu?. Kalau elu setuju, cukup anggukkan kepala bro.. Anggukkan kepala dg keyakinan.!”

Ustadz Barseso pun menganggukkan kepala tanda setuju apa yg diucapkan iblis. Dan pada saat bersamaan, lemparan batu besar dari massa tepat menghujam kepalanya. Prak.., ustadz Barseso pun roboh dan tewas tanpa sempat bertaubat.

Ulama besar, taat beribadah, berilmu tinggi, dan punya jutaan pengikut itu pun akhirnya meninggal dlm keadaan musyrik. Mati su’ul khatimah.

Naudzu Billah min dzalik.

Sumber : Status Facebook Semar Bodronoyo

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *