by

Kisah Nabi, Habib dan Ustadz

Atas kuasa Allah SWT, seketika itu juga anjing tersebut mampu menjawab dengan berkata: “Wahai Abdul Ghaffar, engkau menghina ukiran ataukah Yang Mengukir? Jika hinaan itu untukku, maka aku juga enggan memilih menjadi anjing. Tapi jika hinaan itu kepada Sang Pengukir, maka hinaan itu tidak layak. Karena Dia Maha Berkehendak atas apa yang dikehendakiNya.” Atas jawaban anjing tersebut, Abdul Ghaffar merasa sangat menyesal, terus menerus meratap dan menangis hingga tangisannya terdengar oleh seluruh alam semesta.

Kisah ini mengingatkan kita pada ulah segelintir orang yang justru menjadi panutan atas tindakan dan ucapannya oleh umat. Ada seorang Habib sekaligus “Imam Besar” yang pernah menghina Gus Dur yang buta mata, buta hati. Kini disusul seorang ustadz yang berkata tidak pantas atas bentuk hidung seseorang.

Pertanyaannya, apakah mereka tidak tahu adanya kisah Nabi Nuh diatas? Saya yakin mereka tahu dan paham. Apalagi mereka juga sering mengutip ayat-ayat dalam Al Qur’an, sudah tentu pernah membaca dan memahami Surat At Thin tentang sumpah Allah SWT bahwa DIA telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya! Dan mudah-mudahan mereka menjadi sadar dan menyesalinya meski tak harus meratap dan menangis seperti Nabi Nuh Alaihis Salam..

Wallahu a’lam bi shawab..

*FAZ*

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed