Kisah Cinta Roy Suryo dan Panci-Pancinya

Oleh: Denny Siregar
 

Sebenarnya pemikiran pak Roy Suryo itu ada benarnya juga..

Pak Roy menerapkan konsep “sense of belonging” atau rasa memiliki yang tinggi terhadap aset2 negara. Penyelamatan itu sangat penting, karena jika dibiarkan begitu saja alat2 itu akan rusak.

Kita tahu sendiri bahwa pemerintahan itu selalu mengabaikan aset2 yang mereka miliki. Kadang terbengkalai sampai berdebu dan tidak termanfaatkan dengan baik. Ketika sudah terabaikan, maka harus ada penganggaran baru lagi..

Jadi kita harus melihat dari perspektif lain, bahwa pak Roy perduli terhadap semua itu. Jika nanti dianggarkan yang baru, toh akan ada pengganti juga. Kasihan para panci, rice cooker, kamera dan peralatan lain yang selama ini sudah menyatu dan berkawan baik dengan beliau selama menjabat sebagai Menpora.

Ada hubungan emosional yang sulit kita lihat antara beliau dan aset2 itu.

Hubungan cinta yang dalam, tidak mungkin berpisah, sehidup semati ketika menjabat ataupun tidak. Sedikit saja berjauhan, si panci merasa deg2an ga keruan… “Apakah nasibku akan lebih baik di tangan Menpora lain ?” Begitulah kira2.

Jadi jangan mudah menghakimi bahwa hanya pak Roy yg punya rasa memiliki. Kemenpora seharusnya juga menyurati para panci, ban dalam, sikat wc, ember rusak yang dibawa beliau. ” Kalian pilih mana, ikut Roy Suryo atau Kemenpora ?” Ingat, mereka juga berhak memilih ikut siapa…

Semangat pak Roy Suryo.. Bapak tidak salah. Bapak paham bahwa hubungan jarak jauh atau LDR itu menyesakkan. Bapak ingin mendekatkan diri kepada barang2 yang bapak cintai..

Itulah cinta sejati.. Terharu jadinya berbie….

Pak Roy dan barang2 itu spt mimi dan mintuna, seperti kopi dan gula, saling mengisi dan mengimbangi, saling menyapa dengan kata2 “sayang..”, mungkin hanya tertandingi oleh kisah cinta Ainun dan BJ Habibie…

Jangan pisahkan mereka, oh Kemenpora… Jangan pisahkan…

Inilah kisah cinta abad ini, dimana cinta sudah tidak lagi mempunyai sekat antara manusia dan manusia, bahkan melanda manusia dan panci2nya..

Pancimu panciku juga… Kita sayang apa yang pak Roy sayangi juga..

Untuk Slank, sudahlah.. jangan memperkeruh suasana dengan nyanyi, ” Balikin oh oh balikin.. panci gua kayak dulu lagi…” Relakanlah, jangan sampai mereka menjadi Panci di seberang jendela…

Ah, episode inI sungguh menguras airmata… secangkir kopi pun tidak akan pernah cukup untuk menceritakannya…

(Sumber: dennysiregar.com)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *