Ketika Vaksinasi Punya Agama

Ketika lewat iringan jenazah seorang Yahudi yang akan dimakamkan, beliau berdiri memberikan penghormatan. Seorang sahabatnya menegur, “Bukankah ia orang Yahudi, Ya Rasulullah?! Kenapa engkau berdiri?!”

Nabi saw menjawab, “Bukankah ia juga manusia?”

Gejolak radikalisme dan sikap fundamentalis dalam beragama saat ini melanda seluruh dunia, termasuk di negeri kita ini. Gejala ini merusak sendi-sendi kemanusiaan yang ada secara natural dalam setiap diri manusia, dan pada skala maksimal, menghasilkan kerusakan yang perlu waktu lama untuk menyembuhkannya.

Yang mulai terkikis dari umat Islam saat ini, menurut apa yang saya rasakan, adalah sikap santun dan welas asih pada sesama manusia dan makhluk hidup. 

Sebuah fenomena perilaku yang dihasilkan dari khotbah penuh amarah dan membaca kitab suci dengan hawa nafsu dan ego diri. Para demagog yang selama ini melenggang bebas melakukan pencucian otak pada umat, untuk tercerabut dari akar kemanusiaan yang hakiki.

Padahal, KEMANUSIAAN adalah intisari dari agama, sebab ia hanya dapat dicapai dengan CINTA.

Adakah sama hal yang kita rasakan?
Salam,

Link referensi :
1. https://www.washingtonpost.com/…/teresa/stories/words.htm
2. https://www.paramadina-pusad.or.id/belajar-pada-abdul…/
3. https://islam.nu.or.id/…/ketika-rasulullah-hormati…
4. https://news.detik.com/…/mccc-muhammadiyah-klarifikasi…
5. https://youtu.be/Sq0g09HHza4

Sumber : Status Facebook Jody Ananda

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *