by

Ketika Pengamat Jadi Pengumpat

Pengamat-pengamat karatan yg gak kebagian jabatan ini selalu saja mengumbar umpatan, celotehnya seperti orang kesurupan. Kalau Fadli Zon komen soal Ahok, sebenarnya dia menguatkan posisinya sbg politisi otak jongkok. Disini kita mau konter komennya Refly Harun ttg staf khusus presiden dari kaum milenial berprestasi yg mulai dikasi posisi. Refly terkesan iri, komentarnya jd tak berisi.

Anak-anak berprestasi baru dimulai dikasi ruang, kok orang tua yg cuma kuat di rangka pada kepanasan kepala. Sama halnya saat Nadiem diangkat Mendikbud, komennya pd kayak laron, Menteri dgn sarat kerja dan hasil nyata ini menjawab dgn program yg tak biasa, pidatonya saja sdh membuat para guru jd manusia kembali stlh puluhan tahun tak pernah di sapa. 

Dari sejak Jokowi presiden, seolah dia jalan sendiri, bhkn pengamat tak bs cermat. Pikiran visioner seorang Jokowi gak bs mereka mengerti. Saat Tito dijadikan Kapolri dgn memangkas 4 angkatan hrs nya sdh menjadi sebuah symtom, bgt juga dgn Andhika yg dijadikan Kasad, jg memotong 4 angkatan, kemana arahnya, cerdas dikitlah. Kenapa Nadiem jd mendikbud, kenapa Tito mendagri, dst. Jadi pengamat kalau cuma mangab, masuk angin boss. 

Sekarang Jokowi bergerak mengisi istana dgn anak muda yg sarat karya, bukan cuma diisi politisi tua yg ngantu’an gila jabatan. Apa Refly gak ngebaca siapa saja mereka, apa karyanya, sdh kemana saja kiprahnya. Kembali kepada Nadiem sbg motor penggerak diusia muda, Erick Tohir dgn segudang usaha, Ahok dgn disiplin yg tinggi. Harusnya manusia langka ditengah sampah suara tanpa karya ini kita jaga utk maju membenahi, jgn cuma diiri.

Makanya, kalau Jokowi bs dua priode lagi istana pasti isinya anak muda, peremajaan Indonesia, jangan isinya cuma calo partai saja yg gak bisa kerja cuma banyak gaya.

Sampaikan ke pengamat itu, pinter itu perlu, tapi keminter itu terlalu. Mereka harus jelas posisinya, karena pengamat dgn peramal kadang tipis bedanya. Sayang kalau Refly jadi Permadi.

INDONESIA SEDANG DIISI YANG MUDA-MUDA, YANG TUA JGN KEBANYAKAN GAYA.

 

(Sumber: Facebook Biakto)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed