Ketika Jokowi sebagai Gubernur

Hari-hari awal Jokowi melakukan peninjauan lapangan untuk menentukan kebijakan. Fokus utamanya pembenahan kampung-kampung. Seperti pembuatan rusun, rumah deret, dll. 

Ketika 16 Januari 2013, hujan turun tak berhenti. Jokowi menetapkan Tanggap Darurat Banjir. Jakarta Siaga I ketika terjadi banjir besar itu. Pertama perbaikan tanggul Latuharhary, Jakarta Pusat, penyebab banjir wilayah protokol Jakarta, hingga air menggenangi Sudirman, Thamrin dan Istana. 

Perbaikan tanggul sementara, menurut keterangan Dinas PU harusnya selesai dalam waktu sebulan. Jokowi tongkrongin langsung, siang malam, 4 hari selesai. Tanggul Latuharhary, seharusnya menjadi tanggung jawab pusat, tapi Jokowi berinisiatif langsung membereskannya.

Tapi di Instagram Anies Baswedan 4 Januari 2020 lalu, ia menulis begini: “Semalam meninjau tanggul Latuharhari dan Pintu Air Manggarai. Tanggul Kanal Banjir Barat di Jalan Latuharhari terus diperkuat. Rembesan air terdeteksi dini oleh Dinas SDA sejak 1 Januari lalu, puluhan petugas kita masih bekerja memperkuat tanggul agar tidak jebol kembali seperti banjir besar di 2013,” kata Anies lewat Instagram (4/1/2020). Padahal, itulah yang dikerjakan Jokowi 2013, sehingga tanggul tidak jebol kembali.

Menurut Janes Christian Simangunsong, wartawan Metro TV yang waktu itu nempel terus dalam acara blusukan Jokowi, “Cuma orang yang benar-benar punya hati yang sanggup memimpin Jakarta. Jakarta needs love,” katanya. Apa Jokowi tidak tegas? Menurut Janes, semua kepala dinas DKI takut pada Jokowi. Ia bukan kelas ABS. Jokowi ingin melihat sendiri hasilnya. Jokowi tidak pernah marah? Pernah. Dan itu menakutkan. Khususnya buat yang ketahuan kerjanya nggak bener.

Sejak sebagai Gubernur DKI, Jokowi suka menggandeng pemerintah luarnegeri untuk belajar dan kerja sama. Kebanyakan PM/Presiden atau Dubes Luar, datang ke Jakarta bertemu Jokowi, untuk diskusi penanganan masalah. 

Ini cerita penutup tulisan, saya kutipkan tuitan dari twitter Janes, yang mengikuti Jokowi, ketika turun langsung ke Latuharhary sampai malam dalam guyuran hujan: 

Hari Jumat kemarin (waktu itu, 18 Januari 2013) gue follow Jokowi dari subuh hingga malam mandorin perbaikan tanggul. Jam 8 malam Jokowi negur gue, “Kok kamu belum pulang?”
Lalu gue jawab, “Belum boleh sama kantor, Pak,” sambil melas.
Lalu Jokowi bilang, “Sini saya yang ngomong sama kantormu. Mukamu udah pucat gitu.”
Alhasil gue teleponlah korlip gue di kantor, “Bang, ada yang mau ngomong,” lalu gue serahkan HP gue ke Jokowi, dan Jokowi ngomong ke kantor gue.
“Saya Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, memerintahkan Janes untuk pulang!”
Korlip gw, “Hah? Siapa nih?” Kirain becanda.
“Saya Jokowi!”
Korlip gue kaget, “Siap, Pak Gubernur!”
“Ini si Janes ganti, dong, dia udah dari subuh, kayak kurang orang aja. Perintah Gubernur ini!”
“Siap, Pak!” 
–Alhasil gue boleh pulang setelah long shift. Pengen peluk Pak Jokowi. (JCS)

 

(Sumber: Facebook Sunardian W)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *