by

Ketika Gatot Marah Pada Dandim

Salah satu tugas yang diberikan oleh negara kepada Kolonel Ucu sebagai Dandim adalah menjaga Taman Makam Pahlawan Kalibata. Itu salah satu kewenangan sekaligus tugas yang harus dijaga meski nyawa harus menjadi taruhannya. Itulah makna militer, dan teori seperti ini, Jendral Gatot sangat sangat mengerti.
Salahkah seorang Ucu menjalankan tugasnya meski harus menegur bekas komandannya? Seharusnya, menyeret siapapun yang ngeyel dan apalagi merendahkannya, adalah kewajibannya.
Unggah ungguh atas kepatutan terhadap senior sudah dilakukan, namun dia tetap dianggap tak hormat. Dia dianggap tak memiliki etika berani ngeyel dan apalagi menghalangi mantan atasannya yang seorang berpangkat Jendral penuh.
Ini bukan tentang Kolonel Ucu, ini tentang mentalitas seorang kebelet. Hanya kebetulan saja yang kini sedang kebelet adalah seorang Jendral.
Disisi lain, bukankah Gatot pernah menjabat sebagai Komandan Kodim? Dua Kodim pernah dia singgahi dalam karir militernya, Kodim 1707 Merauke dan 1701 Jayapura.
Seharusnya dia jauh lebih mengerti sebelum marah dan sikap merendahkan sang Dandim dibuatnya. Seharusnya, dia lebih mengerti karena dua kali pernah menjadi Komandan Kodim. (Adegan menunjuk-nunjuk sang Dandim adalah bukti dia tak menghargai apa yang dulu pernah dibanggakannya).
Tak lama, Panglima Kodam sebagai atasan Kolonel Ucu membuat pers rilis, mereka yang ngeyel masuk ke TMP Kalibata, tak berijin.
“Berarti, arogan dong dia?”
Membayangkan seorang yang sangat ingin menjadi Presiden dan kemudian dengan enteng dia mampu melanggar apapun yang pernah sangat dimengertinya demi rasa ingin itu, hmm…,
Saya lebih salut dengan pak Dandim yang dengan segala keterbatasannya berusaha menjadi negosiator yang baik sehingga para seniornya tetap dapat berziarah.
Disana makna kewenangan terhadap jabatan yang melekat dengan simbol tongkat komandonya dan kebijakan yang harus diputuskannya dapat “dihandel” dengan baik.
Meski yang bersangkutan baru saja menjabat Komandan Kodim, Kolonel Ucu jauh lebih mengerti apa itu makna tongkat komando dibanding dengan dia yang pernah menjabat dua kali aebagai Dandim dan bahkan berakhir dengan tongkat komando tertinggi di TNI.
Dandim Ucu layak menjadi pimpinan TNI masa depan.
.
.
.
RAHAYU
Sumber : Status Facebook Karto Bugel
 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed