by

Ketika Aku Tidak Percaya Akhirat (Adakah Kebaikan Atau Keburukan Itu?)

Oleh : Fauzan Inzaghi

Jika aku tidak percaya akhirat. Lalu aku punya segalanya, termasuk mempunyai kekuatan besar, dengan begitu aku punya kekuasaan dan kemampuan untuk tak tersentuh hukum, jadi apa untungnya bagiku untuk tidak berbuat sesuka hatiku? Bahkan jika aku mengorbankan banyak orang untuk kesenanganku kan? Pertanyaannya kenapa aku harus mengalah?

Aku hanya perlu menikmati hidupku, hidup hanya sekali, setelah itu aku mati, dan tidak ada konsekuensi atas yang aku perbuat hari ini, bahkan jika mau aku membunuh orang, merampok orang, menciptakan peperangan, jika semua menguntungkanku ya terserah aku melakukan semuanya, soalnya tidak ada yang bisa menghukumku, jadi aku ga mesti menahan keinginanku kan?

Siapa pula yang mensyaratkan boleh berbuat bebas dengan syarat tidak menyakiti orang lain? Siapa pula yang bikin aturan itu? Kenapa aku harus mengikutinya? Kalau aku ga mau mengikutinya kalian bisa apa? Jika kalian mengatakan itu merupakan kabaikan, itu kan versi kamu, kenapa aku harus mengikuti kebaikan versimu? Kabaikan versiku selama tidak merugikanku sendiri itu kebaikan, jadi apa yang ku lakukan ga konsekuensinya sama sekali bagiku, jadi aku ga rugi, jika itu tidak merugikanku berarti itu baik bagiku

Kamu tidak bisa menyuruhku mengalah demi orang lain, karena itu tidak baik bagiku dan merugikanku, jika sesuatu merugikanku maka aku berbuat yang buruk menurut kebenaran versiku kan?, lagian kenapa aku harus mengalah dan merugi untuk orang lain? Kenapa tidak sebaliknya? Kenapa tidak kalian saja yang rugi demi aku? Lagian aku lebih kuat, kalian tidak bisa menghukumku, atau merugikanku, kalau aku tidak mau, kalian bisa apa?

Begitulah jika baik dan buruk diserahkan penilaiannya pada manusia, siapa yang kuat dialah yang menentukan kebenaran, dan sadar atau tidak sadar kita sedang hidup didunia yang seperti itu. Aku itu bisa jadi seseorang atau sekelompok orang, atau suatu negara, atau beberapa keluarga, atau suatu negara, atau suatu agama atau suatu perusahaan atau suatu aliran pemikiran dan filsafat. Begitulah dunia berjalan

Perusahaan yang kuat memakan perusahaan yang lemah, kekuasaan yang kuat memakan kekuasaan yang lemah, atasan memakan pegawai, bos memakan anak buah, preman memakan pedagang pasar, negara yang kuat memakan negara yang lemah, suara mayoritas memakan suara minoritas, yang punya follower lebih banyak disosmed memakan yang folower seratusan, yang punya banyak pengikut mengalahkan yang sedikit, yang punya media memakan yang ga punya media, perusahaan besar memakan perusahaan miskin, dst.

Begitulah dunia berjalan hari ini. Dunia ini tentang kepentingan. Dunia pragmatis dimana yang kuat memakan yang lemah, dan kita malah percaya saat ada yang mengatakan hari ini era kemanusiaan? Apakah anda sedang becanda?

Sumber : Status Facebook Fauzan Inzaghi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed