Kesombongan Anies Baswedan

Cara Anies Baswedan meminta membawa jenazah almarhum Saefullah mencerminkan sebagai kesombongan seorang atasan terhadap bawahannya. Apalagi ini masa pandemi dan almarhum wafat karena positif Covid 19, jelas sudah ada protokol kesehatan yang mengharuskan setiap jenasah yang wafat karena positif Covid 19 harus langsung dibawa untuk dimakamkan di TPU? Apalagi saat di balaikota terjadi penumpukan dan kerumunan orang yang datang ingin melihat memberi penghormatan ke alamarhum.

Jelas kejadian tadi menjadi klaster penyebaran Covid 19. Perilaku kesombongan Anies sebagai atasan terhadap bawahannya ini sangat membahayakan menyebarkan Covid 19 dan melanggar hukum. Sikap ini juga membuktikan bahwa Anies Baswedan tidak peduli dan tidak memiliki komitmen melindungi warga Jakarta. Anies Baswedan, sebagai gubernur Jakarta hanya menjadikan masa pandemi Covid 19 ini sebagai panggung kekuasaan dan panggung kesombongan sekaligus panggung pencitraan.

Harap menteri kesehatan dan ketua gugus tugas penanganan Covid 19 harus menegur keras perilaku Anies Baswedan yang membawa jenazah sekda Saefullah ke balaikota yang wafat positif Covid 19 karena melanggar protokol kesehatan, melanggar hukum dan membahayakan rakyat. Juga memerintahkan semua yang hadir di balaikota tadi untuk diperiksa dan diwajibkan karantina 2 Minggu di rumah sakit seperti yang dikatakan Anies Baswedan saat menetapkan Jakarta kembali ke PSBB awal pada hari Minggu 13 September 2020.

Sumber : Status Facebook Azas Tigor Nainggolan

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *