by

Keributan Soal COD

Oleh : Yuliana Paramayana

Akhir-akhir ini pada ngeributin soal COD…, saya sebagai penjual sebenarnya juga sering dirugikan. Dimana paket setelah sampai di lokasi, pembeli bilang tidak ada di rumah, baru keluar kota, trus barang di return. Kemudian ada juga yg alasan sedang berduka, trus pakai di cancel. Kejaian seperti itu sudah beberapa kali dan saya juga biasa aja, karena sudah resiko. Rugi nggak? Ya pasti rugi lah, rugi waktu, tenaga, dan pastinya bahan packing juga kan.

Dengan pemberitaan akhir-akhir ini kalau banyak barang yg tidak sesuai diterima konsumen, kemudian kurir dimaki-maki sama konsumen, sebenarnya itu juga merugikan bagi kami sebagai penjual yg tidak melakukan kecurangan. Secara itu akan menurunkan kepercayaan konsumen untuk beli online.Apa sih keuntungan COD????Sebenarnya keuntungan COD itu lebih banyak ke konsumen sebenarnya. Diantaranya:

1. Jika barang tidak sesuai maka barang bisa dikembalikan. Saya pernah mendapat return karena barang yg diterima konsumen salah satunya ada yg cacat. Dan saya juga terima, dan kemudian saya kirirm balik karena konsumen menghendaki, kalau konsumen tidak menghendaki ya sudah barang kembali ke saya dan saya tidak menerima uang pastinya.Hanya saja kejadian akhir-akhir ini konsumen banyak yang arogan terhadap kurir baik dengan mengancam maupun menghina. Padahal kurir tidak salah apa-apa, dia hanya mengirimkan paket. Dan sebenarnya kalau beli lewat toko online seperti Tokopedia, BukaLapak Shopee, lazada dll, ada kok sistem pengembalian dan chat dulu sama penjualnya.

Jadi memang konsumen juga harus cerdas dan budayakan membaca. Tapi klo beli lewat pribadi saya kurang tahu, karena saya tidak menggunakan sistem cod. Kalau saya sebagai penjual kalau barang ada yg tidak sesuai dengan permintaan dan customers minta di ganti ya saya ganti, ongkir yg nanggung saya karena itu kesalahan saya. Saya menggunakan sistem COd hanya di Shopee, selain itu tidak, itupun karena permintaan.

2. Keuntungan kedua, bagi konsumen yg tidak punya ATM atau jauh dari alat pembayaran lainnya maka konsumen bisa memilih COD. Saya pernah ke dapat konsumen seperti kni, yang mana rumahnya jauh dari ATM, tidak ada alat pembayaran elektronik. Maka ketika saya non aktifkan sistem COD banyak yg protes dan konsumen meminta untuk mengaktifkan. Padahal sebenarnya sebagai penjual kita banyak dirugikan. Karena permintaan konsumen maka daya aktifkan lagi sistem COD saya dari yg sebelumnya non aktif.Demikian, jika ada salah typo dan susunan kata yg kurang sesuai mohon dimaafkan..

Sumber : Status Facebook Yuliana Paramayana

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed