by

Kepada Yang Mulia Ganteng Bang Somad

Oleh: Kend Subiakto

Bang Mad, Saya panggil gak pakai ustadz ya biar nyantai, buat apalah hanya gelar kalau gak buat bermanfaat.

Sebenarnya saya gak peduli2 amat ama latar belakang abang yg entah belajar dimana, ilmunya apa, karena manusia yg baik itu terlihat dari akhlaknya bukan dari mulut jeleknya.

Kalau cuma pintar, setan itu lebih pintar dari manusia.Saya itu semula taunya abang tiba2 ada di jajaran orang yg tausiah agama dan melakukan penghinaan kepada Rina Nose, sejak itu viral dan abang ambil ceruk pasar dan berhasil karena memang pada segmen pasar di zona blo’onisme model seperti abang ini sangat laku, kenapa? Ya karena memang nalar levelnya sama.

Positioning itu perlu apalagi jualan agama saat ini kan sebuah profesi yg menggiurkan, inilah profesi yg tak perlu diuji, hafal hadist dan ayat beberapa langsung cuss launching di medsos, maki-maki pemerintah, joss. Job tausiah dari mimbar ke mimbar lgsg melebar, dan model kayak bang Somad ini lgsg besar kepalanya, seolah memegang legitimasi untuk bebas memaki.

Harus diakui dalam kasus tertentu bang Somad luar biasa membius, sampai PS saja pernah terbius. Abang ramal dia jadi presiden hasilnya PS senewen untung di pungut Jokowi jadi menteri walau tak berprestasi.Begini bang Somad, saya ini orang dungu beragama, tapi saya liat abang lebih dungu jadi manusia.

Gusdur bilang jadi manusia dulu baru beragama, karena agama itu buat manusia. Sehingga saat kita melihat manusia tidak perlu ada sekatnya. Tapi kan memang jenis seperti kalian ini banyak, manusia berakhlak rendahan tapi sok dekat dengan Tuhan.

Bagaimana bisa dekat dgn Tuhan kalau mulut saja bak comberan.Berkawanlah dengan ulama sekelas Prof. Quraisy Shihab, Gusmus, Gus Baha, dst. Ulama NU itu tawadhu’ tidak ndangak kelangit, tapi kakinya membumi utk umat. Lha kalian ilmu sak uprit gayanya yg selangit, ngaku ulama mulutnya kayak buaya tanpa indra perasa apakah ucapannya berguna atau hanya buat orang ketawa.

Bang Somad, kau kan punya pasar yg kau sebut jamaah, kenapa mereka kau ajari menjarah kebenaran untuk dijadikan keburukan. Apa kau gak kasian kalau mereka berprilaku jumpalitan melihat yg benar disalahkan, melihat yg buruk dibenarkan, karena pada pasar itu kau adalah panutan, janganlah kau tebar kesesatan ntar kau jadi setan benaran.

Awal pandemi kau bilang corona tentara Allah untuk menyerang kafir, lha kawan kau si Zul pergi ikut corona duluan, apa kau gak kepengen ikut nyusul si Zul nyundul bidadari.Sekarang ada PPKM pemerintah menutup sementara rumah ibadah kau bilang gak malu dengan Allah.

Kau kan pernah di jazirah Arab yg sekarng 781 masjid ditutup, termasuk Masjidil Haram dan Nabawi, kenapa kau gak bilang orang Arab gak malu sama Allah. Mikir itu satu Mad, jgn terbelah. Di Indonesia saja sudah jelas 541 ustadz dan ulama wafat di gerus corona, apa karena mereka makan uang haram seperti kata Hidayat teman kau yg ngaku ustadz.

Jadi kami sarankan, buat kalian yg cari makan di ranah pembualan agama itu pakai tema lain saja tak usah ikut ngurus isu corona, biar pemerintah yg urus. Nikmati saja income kalian bersama jamaah yg kalian garap untuk dibodohkan, karena masih banyak umat yg bisa di cerdaskan.

Kalian itu kan jenis manusia munafik kelas premium, teriak terus menghujat pemerintah tapi ngisi bensin di Pertamina, pakai AC dari PLN, lewat jalan tol punyanya Jasa Marga, kenapa kalian gak coba terbang pakai sayap daster kalian. Atau ceramah di hutan, mungkin kera saja tak mau mendengarkan.

Jadi berhentiklah manggung dengan cara murahan, juallah ilmu agar berfaedah, jangan dijual cuma untuk cari nafkah, profesi ulama itu barokah, tapi kalau dijual murah jadi seperti sampah.

Dah gitu aja ya bang Somad, jaga baik-baik setiap kalimat yg terucap agar gelar ustadz terjaga dgn menyampaikan sesuatu berlandaskan martabat bukan dengan fitnah dan siasat.

Selam sehat bang, semoga abang tambah ” GANTENG ” mana tau ada lagi yg mau diperbini.

Selamat menikmati kopi pagi bersama istri, jgn lupa kopi disaring dulu agar tak nyangkut di gigi.

(Sumber: Facebook Kend Subiakto)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed