by

Kenapa Guru Berhak Memaksa Siswi Muslim Pake Jilbab?

Oleh : Gene Netto

Assalamu’alaikum wr.wb. Saya menilai banyak orang yang tanggapi berita seputar “guru memaksa siswi pakai jilbab” cukup keliru dalam persepsinya dan keliru dalam topik yang dibahas. Fokusnya pada titik yang salah. Perkara ini BUKAN TENTANG JILBAB. Itu yang dipahami secara ringkas dari info berita. Tapi perkara yang sebenarnya adalah wewenang guru untuk MEMAKSA, menyalahkan, mengintimidasi, dan menghukum seorang anak kecil, tanpa sepengetahuan orang tuanya.

Perkara sebenarnya adalah apakah guru berhak atau tidak berhak menyentuh badannya seorang anak didik, dan memaksa anak itu taat pada “kemauan guru” tanpa izin orang tua? Guru punya pendapat A. Orang tua punya pendapat B, dan izinkan anaknya berpendapat B juga. Guru melihat anak yang ikuti B. Tidak ada aturan sekolah yang mengatur B. Lalu, karena guru secara pribadi suka atau setuju dengan A, maka guru memegang badan anak dan memaksa anak taat dengan kondisi A.

Pertanyaan yang seharusnya dibahas bukan seputar jilbab. Tapi dari mana seorang guru merasa dapat hak menyentuh badan anak sekolah dan memaksa anak itu taat pada pilihan guru? Dilakukan tanpa izin orang tua, tanpa memberi tahu orang tua, tanpa aturan sekolah yang mewajibkan, dan tanpa kondisi darurat. Kenapa seorang guru merasa berhak menyentuh badan anak dan mengubah penampilannya secara paksa? Kalau anda menjawab “guru berhak memaksa” maka tolong jelaskan bedanya antara seorang “guru” yang digaji untuk mendidik anak kecil, dan seorang “penjaga penjara” yang digaji untuk kontrol kriminal berbahaya di dalam penjara?

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Sumber : Status Facebook Gene Netto

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed